Anggota Polda Sumbar dan Keluarga Diingatkan Hati-Hati Gunakan Medsos

Ada pepatah lama yang berbunyi, “Sedia payung sebelum hujan”. Sayangnya, bagi Generasi Z (GenZ), payung itu kadang terlupakan

Ilustrasi media sosial. (Foto: pixabay.com)

Langgam.id – Kepala Bidang Propam Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat Komisaris Besar Suranta mengingatkan seluruh jajarab personel Polda untuk hati-hati menggunakan media sosial.

“Kepada rekan-rekan, gunakan medsos sebaik mungkin. Jangan hate speech, SARA di medsos”, katanya saat memimpin apel pagi, Rabu (16/10) di Mapolda Sumbar.

Kombes Pol Suranta menegaskan, apabila ada yang menyalahi aturan dalam bermedsos akan menanggungnya sendiri.

“Saya tegaskan jangan coba-coba, kalau sampai berbuat siap-siap tanggung risiko,” katanya, sebagaimana dilansir tribratanews di situs resmi Polri.

Selain untuk personel, Kabid Propam juga mengimbau anggota untuk memberi penjelasan kepada keluarga (istri dan anak) mengenai aturan media sosial yang baik dan benar.

Personel Polri, menuruntya, harus mempedomani PP No 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. Sedangkan untuk ASN mempedomani PP No 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS. (*/SS)

Baca Juga

Orang tua bayi Alceo
Keluarga Bayi Alceo Resmi Polisikan Petugas RSUP M Djamil Padang, Sang Ayah Optimistis Hukum Adil
Mutasi polda sumbar, 902 kasus narkoba sumbar
Bupati Limapuluh Kota Minta Kasus VCS Jangan Dihebohkan Lagi, Polda Sumbar Ungkap Beban Psikologis
Menanti Sanksi 2 Polantas Pengawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Sitinjau Lauik, Ini Kata Polda Sumbar
Menanti Sanksi 2 Polantas Pengawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Sitinjau Lauik, Ini Kata Polda Sumbar
Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama Maret 2026, Sita 9,9 Kg Sabu
Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama Maret 2026, Sita 9,9 Kg Sabu
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin patroli ke sejumlah titik rawan tawuran dan balap liar di Kota Padang pada Jumat
Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota Safni, Kapolda Sumbar: Kita Bakal Gelar Perkara
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja