Ahli Hidrologi Asal Jerman Sebut Kualitas Air Batang Arau Padang Buruk, Ini Sebabnya

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ahli Hidrologi asal Jerman menyebut kualitas air Batang Arau, Padang, buruk.

Batang Arau. [foto: Muhammad Ikhbal]

Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ahli Hidrologi asal Jerman menyebut bahwa kualitas air di Batang Arau, Kota Padang, buruk.

Langgam.id – Ahli Hidrologi asal Jerman, Michel Rohmann mengatakan, bahwa kualitas air di Batang Arau, Kota Padang, buruk. Hal ini disebabkan karena tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik.

Selain itu terangnya, faktor lain juga disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dan tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menjaga kualitas sungai.

Michael mengatakan, berdasarkan studi yang ia lakukan, saat ini kualitas air Batang Arau jauh di atas ambang batas normal.

“Kita ingin menjadikan kualitas air di Batang Arau diturunkan dari level empat menjadi level dua,” ujarnya saat melakukan pertemuan bertajuk Penyelamatan Batang Arau, di Ruang Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang, Kamis (17/2/2022).

Ia menjelaskan, buruknya kualitas air di Batang Arau terlihat dari kawasan Lubuk Begalung hingga ke Muaro Padang. Sepanjang daerah aliran sungai itu kata dia, berakibat terhadap kualitas air sungai.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pendamping Michael, Doki Waediman mengatakan, hampir 90 persen limbah rumah tangga yang ada di Kota Padang, berakhir di Batang Arau.

“Berdasarkan topografi, semua anak sungai berakhir di Batang Arau,” katanya kepada langgam.id.

Alumnus Teknik Lingkungan Unand ini menyebut, selain tempat berakhirnya limbah rumah tangga, maraknya masyarakat yang membuang sampah turut memperburuk air Batang Arau.

Doki mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian untuk mencari solusi penyelamatan Batang Arau.

“Dua tahun ini kita fokus studi dan penelitian, setelah itu pemerintah akan dapat menerapkannya dalam bentuk kebijakan,” sebutnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Marizon mengutarakan hal serupa. Kata dia, selama ini tidak ada kebijakan pemerintah yang fokus membenahi kualitas air Batang Arau.

“Kewenangan pengelolaan itu berada di Badan Wilayah Sungai,” kata dia.

Dengan adanya program penyelamatan Batang Arau, ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk menyelamatkan Batang Arau.

“Semua pihak memang harus terlibat, tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja,” katanya.

Kegiatan penyelamatan Batang Arau merupakan kerja sama yang dilakukan Pemko Padang dengan Kota Hildesheim di Jerman.

Baca juga: Kelola Sungai Batang Arau, Padang Terima Bantuan Rp170 Juta dari Jerman

Dalam kerja sama itu, Michel Rohmann ditunjuk sebagai ahli hidrologi yang didatangkan dari lembaga riset bernama Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Michell akan meneliti Batang Arau dan pengelolaan sampah di Padang selama dua tahun, yang sudah dimulai sejak Maret 2021 lalu.

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Banjir Landa Batang Agam Usai Hujan Deras, Puluhan Warga Mengungsi
Banjir Landa Batang Agam Usai Hujan Deras, Puluhan Warga Mengungsi
Viral Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok, Dandim Klaim Aman Banjir
Viral Kopdes Merah Putih di Ngarai Sianok, Dandim Klaim Aman Banjir
Walhi Sumbar memberikan rapor merah kepada mantan Kapolda Sumbar sebelumnya, Irjen Pol. Gatot lantaran tidak tegas memberantas tambang ilegal
Walhi Beri Eks Kapolda Gatot Rapor Merah: Tambang Ilegal di Sumbar Kian Subur
Dijadwalkan Hari Ini, Sertijab Kapolda Sumbar Mendadak Ditunda
Dijadwalkan Hari Ini, Sertijab Kapolda Sumbar Mendadak Ditunda
Kapolda Sumbar, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta
Kenaikan Harta Kekayaan Kapolda Sumbar Gatot, Mahasiswa Minta KPK-PPATK Turun Tangan
Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar  di SPBU Ampang, Capai 500 Meter
Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar di SPBU Ampang, Capai 500 Meter