Meninggal di Pinggir Sawah, Residivis Pasaman Diduga Korban Penganiayaan

Perkelahian Maut Sopir Truk

Ilustrasi Reka pembunuhan (Langgam.id/Affan)

Langgam.id – Seorang residivis di Kabupten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi penuh luka. Pria berinisial PLG itu diduga korban penganiayaan.

“Korban PLG ini meninggal dunia diduga karena menjadi korban penganiayaan,” kata Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah dalam laman resmi Polres Pasaman, Selasa (26/1/2021).

Dedi mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab meninggalnya korban dan mencari pelaku penganiayaan itu. Jasad korban saat ini berada di RS Bhayangkara Polda Sumbar.

Baca juga: Residivis di Pasaman Ditemukan Meninggal Penuh Luka di Pinggir Sawah

“Korban saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan autopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban,” ucapnya.

PLG ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir sawah Jorong 1 Padang Mantinggi, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Korban sempat terlihat mondar-mandir di lokasi sebelum ditemukan tak bernyawa.

“Korban dalam keadaan tergeletak bersimbah darah,” kata Kapolsek Rao, Pasaman, AKP Zulkifli, dalam laman resmi Polres Pasaman, Selasa (26/1/2021). (*ABW)

Baca Juga

Tim medis RSUP M Djamil Padang melakukan perawatan kepada Sena, balita 3 tahun korban penganiayaan. (Irwanda/Langgam.id)
Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi
Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Rano Karno "Si Doel" Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Rano Karno “Si Doel” Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Kasus Begal di Pasaman: Emas 42 Gram Raib, Polisi Ringkus Dua Pelaku
Kasus Begal di Pasaman: Emas 42 Gram Raib, Polisi Ringkus Dua Pelaku
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar secara tegas meminta Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup,
Walhi Sumbar Minta Polri, Menteri LH, ESDM dan Menhut Ambil Alih Kasus Penganiayaan Nenek Saudah
Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal
Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal