Penyelenggara Pesta Tidak Tes Swab, Pemko Padang Batal Cabut Larangan Pesta

Penyelenggara Pesta Tidak Tes Swab, Pemko Padang Batal Cabut Larangan Pesta

Warga menyaksikan tenda baralek dan sepeda motor yang diseruduk truk muatan semen di Kabupaten Solok (ist)

Langgam.id– Pemerintah Kota Padang memutuskan membatalkan pencabutan larangan penyelenggaraan pesta pernikahan di Kota Padang yang rencananya dilakukan mulai hari ini Senin (23/11/2020). Alasannya karena penyelenggara pesta sampai saat ini tidak melakukan tes swab.

Pemko Padang batal mencabut surat edaran Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha berdasarkan hasil rapat hari ini di Balaikota Padang, Senin (23/11/2020).

Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, sesuai komitmen Pemko Padang dengan Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Padang pada pertemuan Senin (9/11/2020), para pelaku usaha harus melakukan tes swab sebelum surat edaran larangan masyarakat menggelar baralek dicabut.

“Namun, sampai saat ini, AJP Padang belum menyerahkan data anggotanya yang akan melakukan tes swab. Sampai sekarang kita belum terima,” katanya.

Dengan demikian, surat edaran larangan baralek tersebut masih berlaku. Ia juga menyayangkan sikap dan mempertanyakan komitmen AJP Padang untuk memutus mata rantai penularan covid-19 pada dua minggu lalu.

Pemko Padang kemudian meminta AJP Padang untuk segera menyerahkan daftar anggotanya agar bisa dilakukan tes swab. Diketahui, Pemko Padang sudah menyiapkan surat edaran baru untuk mencabut surat edaran lama.

Pada surat edaran baru tersebut, warga Kota Padang diperbolehkan untuk menggelar baralek dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Namun, surat edaran tersebut batal ditandatangani.

“Saya sudah mau menandatanganinya tadi, tapi tidak jadi karena pelaku jasa pesta belum tes swab,” jelasnya.

Keputusan ini dibuat karena memikirkan kepentingan banyak pihak. Ia tidak ingin kasus covid-19 mengalami peningkatan di Kota Padang. Dengan adanya tes swab bagi pelaku jasa pesta, diharapkan mereka benar bebas covid-19 saat.(Rahmadi/Ela)

Baca Juga

Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Padang, Curah Hujan Capai 297,5 Milimeter
Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Padang, Curah Hujan Capai 297,5 Milimeter