UNP Kelola Aplikasi PPDB Sumbar, SMK 4 Payakumbuh: Bukan Berarti Kami Gagal

Para guru di SMK 4 Payakumbuh. (Foto: Dok.SMK 4 Payakumbuh), pppk guru

Para guru di SMK 4 Payakumbuh. (Foto: Dok.SMK 4 Payakumbuh)

Langgam.id – Aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Tahun 2020 di Sumatra Barat (Sumbar) telah sepenuhnya dikelola Universitas Negeri Padang (UNP). Sebelumnya, aplikasi ini dikelola oleh SMK 4 Kota Payakumbuh.

Peralihan itu dilakukan karena saat pembukaan pertama pada tanggal 22 Juni 2020, aplikasi yang dikelola para guru dan siswa SMK 4 Kota Payakumbuh, sempat mengalami permasalahan. Lantas pada 29 Juni 2020, aplikasi PPDB Sumbar kembali dibuka dan itu adalah rancangan tim dari UNP.

Meski adanya peralihan pengelolalan, tim SMK 4 Kota Payakumbuh merasa tidak kecewa karena hal ini untuk kepentingan bersama. Sebab, aplikasi dapat ditangani oleh ahlinya. Apalagi, sisa waktu dalam pendaftaran siswa baru sudah mendesak.

“Peralihan ke UNP akibat ada kendala, ya kami menerima lapang dada. Demi kelancaran PPDB kita di Provinsi Sumbar,” ujar Kepala SMK 4 Kota Payakumbuh, Aizur Hedi kepada langgam.id, Rabu (8/7/2020).

Akan tetapi, Aizur menegaskan, bahwa dengan peralihan itu bukan menandakan timnya gagal dalam mengelola aplikasi PPDB Sumbar. Berbagai upaya telah dilakukan, namun dunia internet tentu akan selalu memunculkan permalasahan.

“Ini bukan berarti kami gagal. Karena proses lah. Tapi kan sekarang (situs PPDB) juga ada masalah kan? Sudah diserahkan ke ahlinya juga ada masalah. Kita tahu masalah di internet perkaranya tidak mudah,” jelasnya.

Menurut Aizur, bagi orang yang paham informasi teknologi (IT), adanya kelemahan dan kekurangan dalam sebuah aplikasi merupakan hal biasa. Apa yang dialami timnya itu, dijadikan sebuah pelajaran.

“Kami ini belum sampai saja. Seperti berlayar, belum sampai ke pulau. Ini akan menjadi pelajaran untuk ke depannya,” katanya.

Ikutnya SMK 4 Kota Payakumbuh terlibat dalam mengembangkan aplikasi PPDB Sumbar bagi Aizur dan timnya merupakan hal yang luar biasa. Apalagi, dilakukan oleh anak SMK yang sangat dituntut dapat menghasilkan sebuah produk.

“Pak Menteri (Nadiem Makarim) ngomong, SMK bisa. One produk, one school. Jadi kita mengharapkan menghasilkan produk luar biasa,” ucap Aizur.

Sebelumnya, SMK 4 Kota Payakumbuh telah berinovasi dalam urusan teknologi informasi dan multimedia. Salah satunya, menghadirkan aplikasi pengawas cabang untuk Dinas Wilayah IV Sumbar yang nenyangkup untuk Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Tanahdatar.

Saat ini, kata Aizur, para anak didiknya juga tidak hanya bergerak di bidang aplikasi. Namun, juga sedang mengembangkan dalam bidang Internet of Thing (IoT).

“Kami ingin sekolah kamu menjadi salah satu sekolah yang bisa menghadirkan aplikasi terkait kebutuhan masyarakat ke depan. Kita tidak hanya bergerak di aplikasi, delapan anak kami dilatih untuk mengembangkan yang sifatnya IoT,” tuturnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Pengerjaan jalan di kawasan Lembah Anai saat ini masih terus berlangsung. Kepolisian pun memberlakukan sistem buka tutup bagi kendaraan
One Way Jalur Padang-Bukittinggi Kembali Berlaku 22-24 Maret 2026
Bantah Ajukan Restorative Justice Kasus VCS, Kuasa Hukum Bupati Limapuluh Kota: Saran Polisi
Bantah Ajukan Restorative Justice Kasus VCS, Kuasa Hukum Bupati Limapuluh Kota: Saran Polisi
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin patroli ke sejumlah titik rawan tawuran dan balap liar di Kota Padang pada Jumat
Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota Safni, Kapolda Sumbar: Kita Bakal Gelar Perkara
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ