Langgam.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumatra Barat (Sumbar) membubarkan diri dari depan Kantor Gubernur Sumbar, setelah tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Kamis (24/9/2026).
Pantauan Langgam.id sekitar pukul 18.20 WIB, massa mulai meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Sumbar setelah menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksi memperingati Hari Tani Nasional.
Sebelum membubarkan diri, mahasiswa masih bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari lahan pertanian yang terdampak bencana, alih fungsi lahan, hingga aktivitas pertambangan tanpa izin di sejumlah daerah di Sumatra Barat.
Massa sebelumnya berharap dapat menyampaikan tuntutan secara langsung kepada gubernur atau wakil gubernur. Namun, kedua kepala daerah tersebut tidak berada di Kantor Gubernur Sumbar.
Aspirasi mahasiswa kemudian diterima sejumlah pejabat Pemprov Sumbar, di antaranya Asisten II Setdaprov Sumbar Yoza Wardi serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Setelah menyampaikan tuntutan kepada perwakilan pemerintah, massa memilih mengakhiri aksi dan meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Sumbar.
Koordinator Aksi Aliansi BEM Sumbar Nova Ramadhani mengatakan, pihaknya tetap akan menindaklanjuti tuntutan yang belum disampaikan secara langsung kepada gubernur dan wakil gubernur.
“Kami akan menyurati mereka secara terbuka. Kalau aspirasi masyarakat tetap tidak didengar, kami akan melaksanakan aksi jilid dua,” katanya. (WAN)





