Jembatan Gantung Dekat Bangunan Lama SDN 19 Beringin Buat Was-was Pengendara

Langgam.id – Kondisi aliran sungai di sekitar bangunan lama SD Negeri 19 Beringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang turut menjadi perhatian.

Tidak hanya beberapa bagian bangunan sekolah lama yang ambruk akibat derasnya aliran sungai, perubahan alur air juga terlihat mendekati bangunan sekolah.

Pantauan di lapangan, aliran sungai yang sebelumnya tidak mengarah langsung ke bagian belakang bangunan sekolah lama kini terlihat mengalir lebih dekat ke lokasi bangunan.

Kondisi tersebut terlihat setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan debit air sungai meningkat.

Langgam.id kemudian mencoba menelusuri akses yang menurut warga dapat menjadi jalur alternatif menuju kawasan Padang Besi, Kelurahan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Tidak jauh dari bangunan lama SD Negeri 19 Beringin, terdapat jembatan gantung yang terbuat dari plat besi. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar sekitar dua meter dan membentang tepat di atas aliran sungai.

Seorang warga setempat, Septianto, mengatakan jembatan gantung itu selama ini digunakan masyarakat sebagai salah satu akses alternatif untuk menuju kawasan Padang Besi.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut cukup membantu masyarakat karena jaraknya lebih dekat dibandingkan harus menuju jembatan utama yang berada cukup jauh dari lokasi sekolah lama.

“Ini memang jalan alternatif masyarakat. Kalau lewat sini lebih dekat untuk menyeberang dibandingkan harus memutar ke jembatan utama,” kata Septianto saat ditemui, Selasa (21/8/2026).

Pantauan Langgam.id, kondisi jembatan gantung tersebut terlihat cukup mengkhawatirkan. Lebarnya yang hanya sekitar dua meter membuat kendaraan dari dua arah harus berhati-hati ketika berpapasan di atas jembatan.

Di bawah jembatan, aliran sungai tampak cukup deras dengan sejumlah batu berukuran besar di sepanjang alurnya. Kondisi tersebut membuat warga yang melintas harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika debit air sungai meningkat.

Septianto mengatakan kondisi sungai menjadi perhatian masyarakat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Sebab, peningkatan debit air dapat terjadi dalam waktu singkat dan membuat warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar sungai merasa khawatir.

“Kalau hujan deras dan air mulai naik, memang masyarakat banyak yang khawatir. Apalagi kalau berada dekat sungai, karena air bisa cepat besar,” ujarnya.

Menurutnya, kekhawatiran semakin terasa karena sejumlah aktivitas masyarakat masih bergantung pada akses yang berada di sekitar aliran sungai.

Septianto berharap kondisi aliran sungai dan akses jembatan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah, mengingat

“Jalan ini masih digunakan masyarakat sebagai akses alternatif untuk menghubungkan kawasan di sekitar Beringin dengan Padang Besi,” ujarnya. (WAN)

Baca Juga

Kondisi Bangunan SDN 19 Beringin Padang: Ambruk Terkikis Sungai, PBM Dipindahkan
Kondisi Bangunan SDN 19 Beringin Padang: Ambruk Terkikis Sungai, PBM Dipindahkan
Ramadan Tahun Ini, Pasar Pabukoan di Payakumbuh Ditiadakan, pasar pabukoan
Padang Bersiap Jadi Kota Gastronomi UNESCO, Bersaing dengan Batu dan Pangkal Pinang
Lansia Ditemukan Meninggal di Gudang Elpiji SPBU Wowo Padang, Keluarga Tolak Visum
Lansia Ditemukan Meninggal di Gudang Elpiji SPBU Wowo Padang, Keluarga Tolak Visum
Tiga IPA milik Perumda Air Minum Kota Padang atau dulu dikenal dengan sebutan PDAM, rusak parah dan hancur terbawa banjir bandang
IPA Gunung Pangilun Pulih, Seberapa Siap PDAM Padang Hadapi Bencana Berikutnya?
8 Siswa SMPN 2 Padang Buktikan Prestasi di Karate dan Pencak Silat
8 Siswa SMPN 2 Padang Buktikan Prestasi di Karate dan Pencak Silat
Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar), Ade Edward meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan dari gempa terkait dengan evakuasi
Penjelasan BMKG Soal Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan hingga Dirasakan di Padang