Langgam.id – Pertamina Patra Niaga memastikan stok biosolar tetap aman dan pasokan terus disesuaikan dengan kebutuhan, meskipun antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU Kota Padang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan stok biosolar tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok selalu terjaga dan aman,” kata Fahrougi saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan pasokan biosolar tidak dapat dihitung dengan cara menambah jumlah yang sama ke seluruh SPBU. Penyaluran harus disesuaikan dengan permintaan dan kuota masing-masing SPBU.
“Pasokan minyak disesuaikan dengan kuota setiap SPBU,” jelasnya.
Fahrougi mengungkapkan, antrean kendaraan masih menjadi persoalan di sejumlah SPBU tersebut dikarenakan dipengaruhi peningkatan konsumsi masyarakat. Selain itu, pergeseran sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Oleh karena itu, kata dia, Pertamina telah melakukan antisipasi pergesaran penguna dengan meningkatkan penyaluran jenis bahan bakar tertentu di Kota Padang sekitar 20 persen sejak awal Juli 2026.
“Sudah ditingkatkan 20 persen, agar peningkatan permintaan tersebut tidak mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pertamina memperketat pengawasan transaksi biosolar. Sejumlah SPBU di Sumbar telah diberikan sanksi pembinaan, sementara ribuan QR Code kendaraan diblokir karena terindikasi melakukan transaksi anomali.
“Pengawasan terhadap transaksi yang terindikasi tidak sesuai ketentuan juga terus kami perkuat,” imbuhnya. (WAN)





