Langgam.id – Universitas Andalas melalui Departemen Teknik Elektro melaksanakan kunjungan industri ke Pertamina RU Dumai, dalam rangka pelaksanaan studi kelayakan penelitian bersama terkait pengembangan Sistem Monitoring Petir untuk mendukung keselamatan dan keandalan operasional industri.
Kunjungan ini dipimpin oleh Ariadi Hazmi, selaku Ketua Peneliti dan diikuti oleh tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti memaparkan konsep dan kesiapan teknologi Sistem Monitoring Petir, yang dirancang untuk mendeteksi aktivitas petir secara real-time dan memberikan informasi penting bagi pengambilan keputusan operasional di lingkungan industri.
Berdasarkan hasil pemaparan, sistem ini memiliki beberapa keunggulan utama, antara lain mampu mendeteksi sambaran petir dalam radius hingga kurang lebih tujuh km secara real-time.
Kemudian menggunakan kombinasi sensor medan listrik, medan magnet, dan mikrofon.
Dilengkapi dengan sistem pemetaan lokasi sambaran dan pencatatan data petir (harian, bulanan, tahunan).
Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di kawasan industri energi seperti kilang Pertamina, yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan akibat aktivitas petir.
Ariadi menyampaikan bahwa studi kelayakan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan implementasi teknologi di lingkungan industri khususnya di Pertamina Dumai. Ia juga menyampaikan, sebelumnya sistem ini sudah diimplementasikan di PT Supreme Energy Muara Laboh.
‘Sistem monitoring petir yang kami kembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional industri,” katanya dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Ariadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan teknologi berbasis kebutuhan lapangan.
“Melalui studi kelayakan ini, kami ingin memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat diimplementasikan secara efektif,” ungkapnya.
Pihak Pertamina Dumai yang diwakili oleh Senior Group Leader – Electrical Inspection, Syahril Aditya Ginanjar dan tim, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem keselamatan dan mitigasi risiko operasional, kususnya dalam menghadapi potensi gangguan akibat fenomena alam seperti petir. (WAN)






