Insiden Bom MAN 3 Padang, Sekolah Klaim Berikan Edukasi Anti-Bullying 

Insiden Bom MAN 3 Padang, Sekolah Klaim Berikan Edukasi Anti-Bullying 

Garis polisi dipaang di TKP ledakan bom rakitan yang dibawa siswa MAN 3 Padang. (Istimewa)

Langgam.id- Madrasan Aliyah Negeri atau MAN 3 Padang mengklaim memberikan edukasi tentang anti-bullying kepada seluruh siswa sebagai upaya untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MAN 3 Padang Marliza menyikapi insiden ledakan bom rakitan oleh R salah seorang siswa MAN 3 yang dipicu oleh aksi bullying yang kerap dialami siswa tersebut.

Kepala MAN 3 Padang Marliza menyebutkan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan sebenarnya telah menjadi bagian dari pembinaan di sekolah.  Materi tersebut disampaikan melalui guru Bimbingan Konseling (BK) maupun dalam kegiatan-kegiatan tertentu.

“Kami tetap memberikan penguatan tentang pencegahan bullying. Di dalam pembelajaran juga sudah ada, dan kalau diperlukan kami bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan edukasi kepada siswa,” katanya.

Kemudian, Marliza mengatakan  sehari pasca kejadian masih diberikan edukasi anti bullying. Edukasi diberikan bekerja sama dengan pihak kepolisian sebagai upaya mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Agenda hari ini seperti biasa, ada kegiatan Masa Ta’aruf untuk siswa kelas X dan pembelajaran untuk kelas XI dan XII. Sebelum belajar, kami melaksanakan senam bersama seluruh siswa, kemudian dilanjutkan edukasi dari kepolisian tentang anti-bullying,” kata Marliza.

Selain edukasi, pihak sekolah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap siswa sebagai langkah evaluasi pascainsiden. “Semua pihak di sekolah harus ikut berperan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap R oleh kepolisian terungkap tindakan R membawa bom rakitan tersebut dipengaruhi kondisi psikologis akibat menjadi korban perundungan dalam beberapa waktu terakhir.

“Dugaan sementara dipicu persoalan psikologis karena yang bersangkutan mengalami bullying. Karena itu fokus kami bukan hanya proses pemeriksaan, tetapi juga pemulihan kondisi anak tersebut,” ujar ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya. (fix)

Baca Juga

Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Kesaksian Siswa: Detik-Detik Sebelum Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang
Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Usai Insiden Bom Rakitan, Aktivitas Belajar di MAN 3 Padang Kembali Normal
Densus 88: Siswa MAN 3 Padang Gabung Grup Gore dan Kelompok Kekerasan 
Densus 88: Siswa MAN 3 Padang Gabung Grup Gore dan Kelompok Kekerasan 
Insiden Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Psikolog: Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman
Insiden Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Psikolog: Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman
Fakta-fakta Kasus Siswa MAN 3 Padang Bawa Bom Rakitan ke Sekolah
Fakta-fakta Kasus Siswa MAN 3 Padang Bawa Bom Rakitan ke Sekolah
Setelah Insiden Bom Rakitan, Kemenag Pastikan Proses Pembelajaran di MAN 3 Padang Kembali Normal
Setelah Insiden Bom Rakitan, Kemenag Pastikan Proses Pembelajaran di MAN 3 Padang Kembali Normal