Langgam.id – Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan R, siswa MAN 3 Padang yang bawa dan ledakan bom rakitan di sekolah tergabung dalam grup tentang kekerasan. Grup-grup itu di antaranya di Telegram dan WhatsApp.
“Ada grup gore dan kelompok kekerasan yang diikuti baik Telegram maupun whatsApp dan lainnya,” ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana kepada Langgam.id, Rabu (15/7/2026).
Gore adalah sebuah genre yang menampilkan hal-hal yang berbau kekerasan. Mayndra menyebutkan, Densus 88 Antiteror Polri akan ajuan take down ke Komdigi terkait grup tersebut.
“Kami melakukan pemetaan. Kami ajuan take down,” ungkapnya.
Lanjut Mayndra, untuk membuat bom rakitan R belajar secara otodidak otodidak melalui berbagai sumber di internet. Densus 88 Antiteror Polri akan melakukan kegiatan preemtif dan preventif bersama stakeholders terkait.
“Kami sosialisasi yang masif. Untuk preventif strike atau penegakan hukum yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya aksi ekstremisme apabila diperlukan. Tindakan lain yang terukur dalam aturan perundangan,” kata dia. (WAN)






