Langgam.id – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat mulai mematangkan persiapan menghadapi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Tahun 2026. Selain mempersiapkan usulan program strategis, Kemenhaj Sumbar juga memperkuat konsolidasi organisasi yang saat ini masih berada pada tahap awal pembentukan.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala kantor Kemenhaj kabupaten dan kota se-Sumatera Barat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kabupaten Agam, Senin (29/6/2026).
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, mengatakan Rakernas yang akan berlangsung pada 3-6 Juli 2026 menjadi momentum penting bagi kementerian yang baru terbentuk untuk menyelaraskan arah kebijakan nasional sekaligus merumuskan strategi peningkatan layanan haji dan umrah.
“Rakernas bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi, menyampaikan berbagai usulan daerah, sekaligus memperkuat arah pembangunan organisasi Kementerian Haji dan Umrah ke depan,” kata Rifki.
Menurutnya, Sumatera Barat ingin memastikan seluruh materi pembahasan, usulan program kerja, hingga kesiapan teknis telah dipersiapkan secara matang agar mampu memberikan kontribusi dalam forum nasional tersebut.
Selain membahas agenda Rakernas, rapat koordinasi juga menjadi wadah menyusun sejumlah program yang akan dijalankan setelah Rakernas, termasuk menjajaki kerja sama dengan berbagai instansi melalui nota kesepahaman (MoU).
Rifki menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.
Di sisi lain, penguatan organisasi juga menjadi perhatian utama. Sebagai kementerian yang baru dibentuk, Kemenhaj Sumbar menilai konsolidasi internal perlu dilakukan sejak dini agar mampu membangun tata kelola organisasi yang solid.
“Organisasi yang baru membutuhkan fondasi yang kuat. Karena itu kita ingin membangun tata kelola yang solid, didukung SDM yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan haji dan umrah yang terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Rifki, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, penyamaan persepsi, peningkatan kapasitas aparatur, serta pembentukan budaya kerja profesional menjadi fokus dalam pengembangan organisasi.
Ia berharap seluruh jajaran Kemenhaj di kabupaten dan kota terus memperkuat koordinasi dan menjaga semangat kolaborasi agar organisasi baru tersebut mampu berkembang dengan baik.
Dengan persiapan yang matang, Rifki optimistis Sumatera Barat dapat memberikan kontribusi dalam Rakernas 2026 sekaligus memperkuat langkah menuju pelayanan haji dan umrah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini, Kanwil Kemenhaj Sumbar menegaskan komitmennya membangun organisasi yang kuat sejak awal berdiri. Konsolidasi internal, penguatan sumber daya manusia, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi fondasi dalam menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang semakin berkualitas di Sumatera Barat. (HER)






