Mahasiswa UIN Imam Bonjol Demo di Kejari Padang, Tagih Kasus Dugaan Korupsi yang Mandek

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Demo di Kejari Padang, Tagih Kasus Dugaan Korupsi yang Mandek

Sejumlah demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Melawan menggelar aksi unjuk rasa di Kejari Padang. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Langgam.id – Sejumlah demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Melawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dalam aksi tersebut, para demonstran mempertanyakan kejelasan penanganan dugaan kasus korupsi di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang yang disebut telah ditangani Kejari Padang sejak tahun 2023. Salah satunya dugaan korupsi pembangunan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang.  

Secara bergantian, massa menyampaikan orasi yang menyoroti belum adanya perkembangan signifikan terkait proses hukum kasus tersebut. Mereka menilai penanganan perkara berjalan terlalu lama tanpa kepastian hukum yang jelas.

“Pejabat kampus telah mengkhianati kami. Kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini. Jika memang tidak ditemukan unsur korupsi, sampaikan kepada publik. Jika ada, maka proses hukum harus dilanjutkan,” ujar salah seorang orator.

Mereka menyinggung informasi bahwa sejumlah pejabat kejaksaan pernah ditugaskan untuk mengusut kasus dimaksud, namun hingga kini belum ada hasil yang diumumkan kepada masyarakat.

Dalam orasinya, demonstran turut mempertanyakan apakah terdapat faktor tertentu yang menyebabkan perkara tersebut belum juga menemukan titik terang. 

Mereka bahkan menyinggung kemungkinan adanya intervensi terhadap proses penegakan hukum, meski tidak menyertakan bukti dalam penyampaiannya.

Para mahasiswa mengaku telah mengantongi nama-nama pejabat yang disebut pernah ditugaskan menangani perkara tersebut. 

Mereka mendesak Kejari Padang untuk memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan kasus yang telah bergulir selama tiga tahun terakhir.

Massa aksi juga meminta Kepala Kejari Padang untuk turun langsung menemui mereka dan berdialog. Mereka menegaskan aksi yang dilakukan bersifat damai dan tidak akan berujung pada tindakan anarkis apabila tuntutan dialog dipenuhi.

“Kami ingin berdialog langsung dengan Kepala Kejari Padang. Kami akan menunggu penjelasan. Kalau memang tidak ada dugaan korupsi, sampaikan kepada kami. Kalau ada, lanjutkan proses hukumnya,” kata mereka.

Para demonstran bahkan menyatakan akan bertahan hingga malam hari apabila Kepala Kejari Padang tidak bersedia menemui mereka.

Selama aksi berlangsung, massa juga melontarkan sejumlah kritik keras terhadap institusi kejaksaan, termasuk meneriakkan slogan bernada protes terhadap Kejari Padang.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada pimpinan Kejari Padang yang terlihat menemui para demonstran. Bahkan para mahasiswa mulai membakar ban di depan Kantor Kejari. (WAN)  

Baca Juga

Budi Satria, seorang ayah yang melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya di Kabupaten Agam, tidak kunjung tertangkap.
5 Bulan Buron, BSN Tersangka Dugaan Korupsi Jaminan KMK Bank BNI Ditangkap di Jakarta
Organisasi mahasiswa cipayung plus membakar ban saat  aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat, Senin (15/6/2026).
Mahasiswa Kecam Renovasi Rumah Dinas Pejabat di Sumbar: Korban Bencana Masih Tinggal di Huntara! 
Massa Demo di Gubernur Sumbar Bubarkan Diri usai Bacakan Tuntutan, Jalan Jenderal Sudirman Kembali Dibuka 
Massa Demo di Gubernur Sumbar Bubarkan Diri usai Bacakan Tuntutan, Jalan Jenderal Sudirman Kembali Dibuka 
Demo DPRD Sumbar, Mahasiswa Sebut Kebijakan Prabowo Tidak Pro Rakyat
Demo DPRD Sumbar, Mahasiswa Sebut Kebijakan Prabowo Tidak Pro Rakyat
Demo Gubernur Sumbar: Mahasiswa Soroti Tambang Emas Ilegal dan Anggaran Perbaikan Rumah Dinas Pejabat
Demo Gubernur Sumbar: Mahasiswa Soroti Tambang Emas Ilegal dan Anggaran Perbaikan Rumah Dinas Pejabat
Massa Mahasiswa Mulai Aksi Demo di DPRD Sumbar: Soroti APBN, Revisi UU Polri hingga Bawa Keranda Jenazah
Massa Mahasiswa Mulai Aksi Demo di DPRD Sumbar: Soroti APBN, Revisi UU Polri hingga Bawa Keranda Jenazah