Langgam.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdullah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyinggung kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN) saat memberikan kuliah umum di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, Senin (15/6/2026).
Muhaimin menilai, kasus korupsi tersebut menjadi contoh penting mengenai dampak buruk ketika tata kelola dan manajemen tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan yang memadai.
“Berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan sering kali berawal dari diabaikannya teori dan kaidah keilmuan yang seharusnya menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan maupun pengelolaan lembaga,” katanya di hadapan mahasiswa.
Baca juga: Menko Muhaimin Bakal Lepas 2.000 Mahasiswa KKN Berdampak UIN Imam Bonjol Padang
Dikatakannya, kasus BGN terjadi karena ilmu pengetahuan yang seharusnya menjadi dasar tidak digunakan sehingga terjadi kesalahan.
“Ini merupakan contoh kasus teoritik yang melampaui atau melewati kaidah ilmu pengetahuan sehingga manajemennya menjadi kacau,” ujarnya.
Muhaimin mengajak para mahasiswa untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama dalam menjalankan berbagai aktivitas, baik di lingkungan akademik maupun saat terlibat dalam pembangunan masyarakat.
Ia menegaskan, kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila pengelolaan negara dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berpegang pada prinsip-prinsip keilmuan.
“Kita harus kembali kepada ilmu pengetahuan, kembali kepada teori-teori yang benar, sehingga negara ini dapat dijalankan oleh para teknokrat yang berbasis ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Tidak hanya bagi kalangan teknokrat, Muhaimin juga menekankan bahwa para politisi harus menjadikan ilmu pengetahuan sebagai pijakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurutnya, keputusan politik yang tidak didasarkan pada pengetahuan dan analisis yang tepat berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Politisi juga tidak akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik jika tidak menggunakan ilmu pengetahuan sebagai dasar,” tegasnya. (WAN)






