Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat pemulihan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah pada November dan Desember 2025 lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan air ke areal persawahan masyarakat kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat segera berjalan optimal.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora mengatakan, kerusakan sejumlah saluran irigasi akibat bencana menyebabkan terganggunya aliran air ke lahan pertanian warga di beberapa daerah.
“Terkait kondisi irigasi di Kota Padang pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat,” kata Well Off Sanora, Jumat (12/6/2026).
Untuk mempercepat pemulihan, Pemko Padang menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat. Melalui dukungan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam anggaran pergeseran, Dinas PUPR Kota Padang menyiapkan 17 paket pekerjaan fisik khusus perbaikan jaringan irigasi.
Saat ini, seluruh paket pekerjaan tersebut masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan. Pemerintah menargetkan proses perencanaan selesai dalam pekan depan sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilelang dan dilaksanakan.
“Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran, dan sekarang prosesnya di tahap perencanaan. Insyaallah dalam minggu depan sudah selesai dan akan kita lelang pekerjaan fisiknya,” ujarnya.
Selain menyiapkan pekerjaan skala besar, Pemko Padang juga telah melakukan penanganan darurat melalui dana operasional dan pemeliharaan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat, khususnya petani, tidak terlalu lama menunggu perbaikan permanen.
Sanora menyebut pekerjaan fisik melalui dana operasional dan pemeliharaan telah mulai dilaksanakan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani. Fokus penanganan diarahkan ke wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana galodo tahun lalu.
“Untuk operasional dan pemeliharaan, pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan sejak DPA pergeseran ditandatangani. Itu dikerjakan di daerah-daerah terdampak bencana seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan daerah-daerah lain yang terdampak bencana galodo tahun lalu,” katanya.
Pemko Padang berharap percepatan pemulihan jaringan irigasi tersebut dapat segera mengembalikan produktivitas sektor pertanian masyarakat. Dengan kembali mengalirnya air ke lahan persawahan, petani diharapkan dapat melanjutkan aktivitas tanam dan mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat kerusakan infrastruktur pengairan pascabencana. (HER).






