Langgam.id- Pimpinan Ombudsman RI Manager Nasution mendorong penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, di Sekolah Rakyat yang berbasis asrama.
Hal ini disampaikan Manager Nasution saat mengunjungi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang, Selasa (9/6/2026). Kunjungan kerja ini untuk memantau penyelenggaraan layanan pendidikan sekaligus mengidentifikasi berbagai capaian, tantangan, dan kebutuhan penguatan tata kelola pada program Sekolah Rakyat.
Menurut Manager, sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, harus menjadi bagian integral dari tata kelola sekolah.
“Sekolah perlu memastikan adanya sistem perlindungan yang kuat bagi peserta didik, terutama dalam mencegah dan menangani potensi terjadinya kekerasan seksual yang kerap menjadi perhatian di lingkungan pendidikan berasrama,” ujarnya.
Manager mengatakan pentingnya penguatan regulasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perlindungan peserta didik dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah.
Ia juga menyampaikan hasil kajian Ombudsman terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat secara nasional. Kata dia, keberlanjutan program membutuhkan landasan regulasi yang lebih kuat agar pelaksanaannya tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga mampu menjamin pemenuhan hak-hak peserta didik.
“Kualitas layanan pendidikan harus menjadi perhatian utama, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta ketersediaan tenaga pendidik yang profesional dan kompeten,” ujar Ketua Umum ILUNI UIN Imam Bonjol itu.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar Adel Wahidi, menegaskan komitmen Ombudsman untuk terus mengawal penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pengawasan pelayanan publik.
Kata dia, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang terlayani, tetapi juga dari kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik sesuai standar pelayanan publik yang berlaku.
“Kami akan terus memantau penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kami berharap program ini mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
SRMP 4 Padang saat ini menampung 145 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar. Untuk mendukung proses pendidikan dan pembinaan, sekolah didukung oleh 14 wali asuh, enam wali asrama, serta tenaga pendidik yang mendampingi peserta didik selama 24 jam di lingkungan sekolah dan asrama.
Berbagai fasilitas penunjang pembelajaran telah tersedia, mulai dari asrama, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium komputer, hingga teater studio yang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan keterampilan dan kreativitas siswa.






