Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh Dua Digit pada Triwulan I 2026

Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh Dua Digit pada Triwulan I 2026

Ilustrasi perbankan syariah. (Foto: lp3i)

Langgam.id – Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat menunjukkan tren pertumbuhan positif pada triwulan I 2026. Di tengah penguatan sektor jasa keuangan daerah, aset dan pembiayaan bank syariah tercatat tumbuh dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat, hingga Maret 2026 total aset perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp 14,84 triliun atau tumbuh 13,30 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, total penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp 12,71 triliun atau meningkat 14,68 persen dibandingkan posisi Maret 2025.

Pertumbuhan tersebut dinilai mencerminkan masih kuatnya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan berbasis syariah di Sumatera Barat. Selain itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tetap tumbuh positif.

Per Maret 2026, total DPK perbankan syariah tercatat sebesar Rp 11,27 triliun atau naik 3,04 persen secara tahunan.

Di sisi kualitas pembiayaan, risiko masih tergolong terkendali. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) berada di level 1,75 persen. Meski sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,49 persen, angka tersebut masih berada dalam batas aman industri.

Kinerja positif perbankan syariah turut menopang pertumbuhan sektor jasa keuangan di Sumatera Barat secara umum. OJK mencatat, perekonomian Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tumbuh 5,02 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, total aset perbankan di Sumatera Barat hingga Maret 2026 mencapai Rp 86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp 75,50 triliun, sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 62,92 triliun.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan, Roni Nazra, menyebut sektor jasa keuangan daerah tetap tumbuh solid dan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut OJK, stabilitas sektor keuangan yang terjaga menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pemulihan dan pembangunan ekonomi daerah di Sumatera Barat. (HER)

Baca Juga

OJK Catat Kinerja Perbankan Syariah Tumbuh Dua Digit pada Awal 2026
OJK Catat Kinerja Perbankan Syariah Tumbuh Dua Digit pada Awal 2026
Perbankan Syariah Sumbar: Pembiayaan Tumbuh 25,84 Persen Jadi Rp8,7 Triliun
Perbankan Syariah Sumbar: Pembiayaan Tumbuh 25,84 Persen Jadi Rp8,7 Triliun
Aset Perbankan Syariah Sumbar Sentuh Rp7,95 Triliun
Aset Perbankan Syariah Sumbar Sentuh Rp7,95 Triliun
Bank Nagari RUPS Hari Ini, Bahas Konversi ke Syariah
Bank Nagari RUPS Hari Ini, Bahas Konversi ke Syariah
ilustrasi gaji dan bantuan
Anggota DPR Sebut Transaksi di Bank Syariah Indonesia Masih Abu-abu
OJK: Potensi Pembiayaan Syariah di Sumbar Masih Terbuka Lebar
OJK: Potensi Pembiayaan Syariah di Sumbar Masih Terbuka Lebar