Langgam.id – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mencatat realisasi serapan gabah hingga awal Mei 2026 mencapai 2,6 ribu ton atau sekitar 52 persen dari target tahunan sebesar 4 ribu ton.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, R Darma Wijayamengatakan, capaian tersebut sejalan dengan target nasional dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden.
Menurutnya, serapan gabah di Sumbar dalam dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang masih tergolong minim.
“Alhamdulillah, dalam dua tahun ini Sumbar mencatat sejarah baru. Sebelumnya kondisi serapan masih minim. Saat ini, dari target 4.000 ton, kami sudah hampir mencapai 52 persen,” ujarnya, Jumat (15/5/2026)
Darma menjelaskan, peningkatan serapan gabah tersebut merupakan hasil sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan para petani di Sumbar. Kepastian harga serta penyerapan hasil panen dinilai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani.
“Alhamdulillah, kondisi di Sumbar berjalan baik. Kami tetap semangat melakukan penyerapan agar benar-benar hadir bersama petani,” katanya.
Bulog Sumbar juga optimistis target serapan gabah tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Bulog terus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Selain itu, Darma menyebut Sumatera Barat memiliki karakteristik varietas gabah yang khas. Oleh sebab itu, Bulog memfokuskan penyerapan di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Pasaman.
“Gabah di Sumbar memiliki varietas khusus. Kami meyakini masih banyak varietas lain yang potensial. Karena itu kami fokus di beberapa kabupaten seperti Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Pasaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, optimalisasi penyerapan gabah terus dilakukan agar para petani memperoleh hak dan kepastian harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.(WAN)




