Pengakuan Kepsek MAS Al Furqan Padang Usai Heboh Keluarkan Siswa: Cuma Bercanda, Emosi Sesaat!

Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Langgam.id – Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar, memberikan klarifikasi mengenai kabar dikeluarkannya dua orang siswanya karena tugakkan biaya seragam sekolah Rp300 ribu.  

Desmaelfa menjelaskan bahwa pada dasarnya pihak sekolah telah menggratiskan seluruh biaya pendidikan, kecuali biaya pendaftaran atau uang masuk. Termasuk uang seragam sekolah.  

“Saya sempat meminta kepada Ketua Panti, apakah bisa membantu membayarkan uang baju sebesar Rp300 ribu? Beliau menjawab tidak ada. Saya minta diusahakan terlebih dahulu,” ujarnya ditemui Langgam.id, Selasa (12/5/2026)

Terkait instruksi pindah sekolah yang diterima oleh siswa, Desmaelfa mengakui bahwa ucapan tersebut terlontar secara spontan akibat suasana emosional saat berkomunikasi dengan pengurus panti. 

Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk memberhentikan atau mengeluarkan anak didik tersebut secara formal.

“Saya katakan ‘cobalah pindahkan sekolah anak ini’. Itu hanya karena emosi sesaat, bukan niat hati nurani. Saya hanya bercanda, masalah sepele sebenarnya. Namun, kalimat itu rupanya dipegang teguh oleh Ketua Panti hingga akhirnya anak tersebut dipindahkan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pihak sekolah tidak pernah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian siswa. Menurutnya, bahasa yang digunakan bersifat tersirat dan tidak bersifat administratif.

Hingga saat ini, Desmaelfa mengaku telah melakukan klarifikasi kepada berbagai pihak berwenang, mulai dari tingkat Gubernur, Wali Kota, Dinas Pendidikan, hingga Kementerian Agama (Kemenag) guna meluruskan duduk perkara tersebut. (KSR)

Baca Juga

Pembangunan Ratusan Huntap Pascabencana di Padang Dimulai September 2026
Pembangunan Ratusan Huntap Pascabencana di Padang Dimulai September 2026
Warga di Huntara Kapalo Koto Dipindahkan ke Huntap Sungkai, 225 Unit Bakal Dibangun
Warga di Huntara Kapalo Koto Dipindahkan ke Huntap Sungkai, 225 Unit Bakal Dibangun
Krisis Air Bersih: Kelurahan Korong Gadang Padang Butuh 16 Sumur Bor, Baru 9 Terpenuhi 
Krisis Air Bersih: Kelurahan Korong Gadang Padang Butuh 16 Sumur Bor, Baru 9 Terpenuhi 
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Stafsus Mendagri Nilai Padang Jadi Daerah Respons Cepat Pemulihan Pascabenca 
Stafsus Mendagri Nilai Padang Jadi Daerah Respons Cepat Pemulihan Pascabenca 
Alokasi Dana TKD Tambahan Rp371 M, Pemerintah Pusat Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Padang
Alokasi Dana TKD Tambahan Rp371 M, Pemerintah Pusat Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Padang