Pemko Padang Targetkan PAD Retribusi Parkir Naik 58 Persen Tahun Ini

Langgam.id-parkir

Ilustrasi parkir. [foto: canva.com]

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir pada 2026 naik hingga 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau mencapai angka Rp5,4 miliar.

​Ances Kurniawan, Kepala Dinas Perhubungan mengungkapkan bahwa kenaikan target ini merupakan langkah strategis menyusul adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Hal ini memaksa pemerintah daerah untuk lebih mandiri dan memaksimalkan potensi pendapatan lokal.

Menutup tahun anggaran 2025, Dinas Perhubungan Kota Padang mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp2,609 miliar dari target Rp3,309 miliar. Angka ini setara dengan capaian 79 persen.

​Sumber pendapatan tersebut berasal dari tiga sektor utama kewenangan Dishub, seperti retribusi parkir tepi jalan umum, pungutan resmi di bahu jalan. Pemakaian kekayaan daerah (Mobil Derek) dari penindakan penderekan kendaraan yang melanggar aturan. Kemudian parkir tempat khusus dengan pemanfaatan terminal koto lalang eks terminal truk yang kini dialihfungsikan sebagai lahan parkir pemerintah daerah.

​Menghadapi lonjakan target di tahun 2026, Dishub Padang mengaku tetap optimis dan telah menyiapkan sejumlah langkah taktis.

Selain mengoptimalkan potensi lama, Dishub akan gencar menyisir titik-titik parkir potensial yang selama ini belum tergarap.

​”Tentu dengan target ini kita tetap optimis bisa memaksimalkan pencapaian dengan langkah-langkah strategis. Terutama karena adanya peningkatan kinerja sektor perhubungan, penambahan personil, dan sinergisitas dengan pihak swasta serta TNI/Polri untuk penindakan,” ujar Ances Kurniawan saat diwawancarai Diskominfo di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).

​Fokus utama strategi tahun 2026 meliputi optimalisasi kontrak Jukir dengan engawasan ketat terhadap kepatuhan juru parkir sesuai kontrak kerja sama.

Kemudian penggalian potensi baru dengan mencari lahan-lahan parkir baru seiring dengan tumbuhnya UMKM dan ekonomi masyarakat. Selanjutnya, penertiban parkir liar dengan memastikan kendaraan parkir di tempat resmi untuk meminimalisir kebocoran pendapatan.

​Selain fokus pada angka, Dishub Kota Padang juga menekankan pentingnya perbaikan citra dan layanan. Jukir dituntut untuk memberikan service excellence kepada masyarakat.

​Ances mengimbau agar masyarakat hanya memarkir kendaraan di tempat resmi dan membayar sesuai tarif yang berlaku. Sebagai timbal balik, Jukir wajib dilengkapi dengan atribut resmi seperti rompi, karcis, dan peluit.

“Kita menghimbau jukir memberikan pelayanan terbaik. Citra pengelolaan parkir tidak boleh lagi negatif. Sikap (attitude) jukir sangat penting karena parkir bukan hanya soal pendapatan, tapi juga manajemen lalu lintas dan pelayanan publik,” tegasnya.

​Dengan strategi dan pembenahan ini, retribusi parkir diharapkan dapat menjadi modal vital bagi pembangunan Kota Padang yang berkelanjutan.

Baca Juga

Kerjasama Sister City Padang-Hildesheim, Wako Fadly Usulkan Sejumlah Proyek Pelestarian Lingkungan
Kerjasama Sister City Padang-Hildesheim, Wako Fadly Usulkan Sejumlah Proyek Pelestarian Lingkungan
Dua ruang terbuka hijau baru yang dibangun Pemko Padang, sudah mulai beroperasi awal Januari 2026 ini. Yaitu Taman Rimbo Kaluang dan
Petugas Kebersihan Disiagakan di Taman Rimbo Kaluang dan Aliran Kenangan, Parkir Gratis
Hadiri Inaugurasi JCI West Sumatra, Wako Padang Ajak Perkuat Kolaborasi
Hadiri Inaugurasi JCI West Sumatra, Wako Padang Ajak Perkuat Kolaborasi
Wako Padang Pastikan Warga Terdampak Bencana Sudah Terdata Sebagai Penerima Bantuan
Wako Padang Pastikan Warga Terdampak Bencana Sudah Terdata Sebagai Penerima Bantuan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang bergerak cepat melakukan penanganan dengan menormalisasi aliran sungai dan saluran
Pemko Padang Segera Tetapkan Zona Merah Daerah Aliran Sungai
Melihat Wajah Baru Taman Rimbo Kaluang di Pusat Kota Padang
Melihat Wajah Baru Taman Rimbo Kaluang di Pusat Kota Padang