Pemko Padang Komit Percepat Revisi RTRW untuk Penataan Kawasan Rawan Bencana

Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkomitmen mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai langkah strategis dalam penataan kawasan rawan bencana.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascahidrometeorologi di Kota Padang.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat memimpin rapat strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (29/6/2026).

Rapat tersebut membahas percepatan pelaksanaan rehab-rekon pascabanjir, mulai dari penyelesaian lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, hingga penataan ruang sebagai langkah jangka panjang mengurangi risiko bencana.

Fadly mengatakan, revisi RTRW menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan Kota Padang ke depan lebih memperhatikan aspek mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Kita juga akan mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar penataan kawasan rawan bencana, termasuk membuka opsi relokasi warga jika menjadi solusi terbaik demi keselamatan masyarakat,” ujar Fadly.

Menurutnya, Pemko Padang juga siap mendukung penyelesaian persoalan lahan apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan program rehab-rekon. Bahkan, relokasi warga di kawasan berisiko tinggi akan dipertimbangkan jika dinilai menjadi langkah paling tepat untuk melindungi keselamatan masyarakat.

Selain mempercepat revisi RTRW, Fadly mengaku telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah untuk mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan agar pelaksanaan rehab-rekon dapat dimulai sesuai target pada Agustus 2026.

“Pelaksanaan rehab-rekon ini menjadi tanggung jawab bersama. Saya meminta seluruh pihak memastikan pekerjaan BWS berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sebab ini menyangkut keselamatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan pihaknya siap melaksanakan program rehab-rekon di Kota Padang yang didanai APBN sebesar Rp1,1 triliun melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia menjelaskan, tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada rehabilitasi irigasi Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago, serta penanganan sejumlah titik pengendalian banjir. Pekerjaan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, perkuatan tebing, dan pembangunan check dam untuk mengendalikan sedimentasi di sepanjang Batang Kuranji dan Air Dingin.

“Kami siap melaksanakan rehab-rekon, tetapi pengendalian banjir tidak akan tuntas tanpa penyelesaian lahan. Kami berharap Pemko Padang dapat mempercepat prosesnya, sehingga target pelaksanaan mulai Agustus dapat terealisasi,” ujar Reski.

Ia menambahkan, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap ancaman banjir di masa mendatang. (HER)

Baca Juga

Menyambut para perantau yang pulang kampung pada libur Lebaran 2023, Pemko Padang akan menggelar Festival Muaro Padang.
Wali Kota Hildesheim Jerman Direncanakan Tanam Pohon di Kawasan Hijau Batang Arau
Pemko Padang mengklaim tetap melakukan efesiensi anggaran, di tengah sorotan terhadap rencana renovasi rumah dinas wali kota Fadly Amran
Pemko Klaim Persiapan HJK Padang ke-357 Sudah Mencapai 50 Persen
Pemko Padang Targetkan Bangun 523 Huntap untuk Korban Bencana
Pemko Padang Targetkan Bangun 523 Huntap untuk Korban Bencana
Program Padang Rancak, Pemko Gencarkan Pengerjaan Trotoar di Sejumlah Lokasi
Program Padang Rancak, Pemko Gencarkan Pengerjaan Trotoar di Sejumlah Lokasi
Kelurahan Air Pacah Maksimalkan Layanan Perlinsos, Warga Sakit Dijemput untuk Pendaftaran
Kelurahan Air Pacah Maksimalkan Layanan Perlinsos, Warga Sakit Dijemput untuk Pendaftaran
Penyintas Banjir Bandang Batu Busuak Bersyukur Kini Bisa Tempati Hunsela
Penyintas Banjir Bandang Batu Busuak Bersyukur Kini Bisa Tempati Hunsela