Hilirisasi Gambir Jadi Senjata Baru Ekonomi Pesisir Selatan

Langgam.id - Pemkab Pessel mengajak dan membuka peluang bagi pemilik modal (investor) untuk berinvetasi membangun pabrik Gambir.

Gambir dijemur di salah satu pengempul di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. [Debi Virnando/Langgam.id]

Langgam.id – Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan optimisme besar terhadap pengembangan hilirisasi gambir yang kini tengah didorong pemerintah pusat. Menurutnya, langkah strategis ini dapat menjadi kunci memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Optimisme tersebut disampaikannya usai rapat terbatas bersama Menteri Pertanian di Padang, yang khusus membahas arah pengembangan komoditas gambir di Sumatera Barat.

“Dalam rapat terbatas itu, kami membahas potensi gambir di Sumbar. Ada dua daerah penghasil utama: Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas sekitar 17.000 hektare, dan Pesisir Selatan sekitar 10.000 hektare. Kalau kita kelola dari hulu ke hilir dengan strategi yang tepat, potensi nilai ekonominya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” ujar Risnaldi, dilansir dari Pesisirselatankab.go.id, Minggu (21/9/2025.

Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan.
“Jaga hutan kita, karena peluang ekonomi ada di sana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Risnaldi menjelaskan, hilirisasi membuka peluang pendirian pabrik pengolahan gambir di Pesisir Selatan. Dengan begitu, ekspor tidak lagi terbatas pada bahan mentah ke India atau Pakistan, melainkan sudah berupa produk jadi bernilai tambah.

“Dengan hilirisasi, nilai tambah komoditas meningkat, kesejahteraan masyarakat naik, dan ekonomi daerah lebih kuat,” katanya.

Saat ini, pembangunan pabrik pertama dimulai di Kabupaten Lima Puluh Kota, sementara Pesisir Selatan akan menyusul.
“InsyaAllah, Pesisir Selatan akan segera memiliki pabrik hilirisasi, sehingga seluruh rantai nilai – dari produksi sampai produk jadi – bisa diakomodasi di daerah kita,” jelasnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga menegaskan komitmennya mendukung penuh pengembangan gambir di Sumbar. Saat memberikan kuliah umum di Universitas Andalas, Selasa (16/9/2025), ia menyebutkan bahwa Kementan telah menyiapkan anggaran pembangunan pabrik pengolahan gambir.

“Kita akan dirikan pabrik di Sumbar, anggarannya tersedia. Jika penelitian dari Unand berjalan baik, kita akan bangun pabrik di sini. Kami serius menangani ini dan akan berdiskusi dengan kepala daerah penghasil gambir untuk memastikan dukungan penuh,” ungkap Mentan.

Ia menambahkan, hilirisasi gambir merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar komoditas unggulan pertanian Indonesia bisa naik kelas dan berdaya saing tinggi di pasar internasional.

Hilirisasi gambir di Pesisir Selatan diharapkan tidak hanya mendorong lahirnya pabrik modern, tetapi juga kolaborasi dengan akademisi dan pelaku usaha. Riset bersama Universitas Andalas, misalnya, digadang-gadang dapat melahirkan produk inovatif dengan nilai ekonomi tinggi, sekaligus memperluas akses pasar domestik maupun global.

“Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan petani, potensi Pesisir Selatan sebagai salah satu sentra gambir nasional bisa dimaksimalkan secara berkelanjutan,” tutup Risnaldi. (*/Yh)

Baca Juga

Anggaran DPRD Sumbar 2026 disorot
Anggaran Janggal Miliaran Rupiah DPRD Sumbar
Miliaran Rupiah Pengadaan Barang Mewah di Rumah Dinas Vasko Ruseimy
Miliaran Rupiah Pengadaan Barang Mewah di Rumah Dinas Vasko Ruseimy
Pemprov Sumbar menyiapkan anggaran Rp885 juta untuk renovasi rumah dinas Sekda. Di luar itu juga ada anggaran pemeliharaan senilai Rp90 juta.
Anggaran Renovasi Rumah Dinas Sekda Sumbar Capai Rp800 Juta Lebih
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3.7 miliar untuk jasa tenaga keamanan.
Pemprov Sumbar Gelontorkan Anggaran Rp3,7 Miliar untuk Jasa Keamanan Kantor Gubernur
Kronologi Dua Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP
Kronologi Dua Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP
Anggaran untuk fasilitas rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar menuai kritik.
Anggaran Miliaran Rupiah Memoles Rumah Dinas Pejabat Sumbar