Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solsel, 10 Orang Diamankan

Sebanyak 10 orang terduga pelaku penambangan emas sistem manual diamankan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Solok Selatan bersama

Polisi berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku pekerja tambang emas ilegal dari dua lokasi berbeda di Solok Selatan. [foto: tribratanews.sumbar.polri.go.id]

Langgam.id – Sebanyak 10 orang terduga pelaku penambangan emas tanpa izin (illegal mining) sistem manual diamankan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Solok Selatan bersama Polsek Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) di kawasan Bukit Bulat, Jorong Sungai Ipuh, Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Selasa (15/4/2025).

Kapolres Solok Selatan AKBP M Faisal Perdana melalui Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Hilmi Manossoh Prayugo mengatakan bahwa 10 orang terduga pelaku penambangan emas sistem manual itu diamankan di dua lokasi berbeda.

Hilmi mengungkapkan bahwa tim gabungan berjalan kaki menembus medan perbukitan sejauh 3-4 kilometer dari jalan raya Muara Labuh–Padang untuk mencapai lokasi tambang ilegal dengan durasi waktu sekitar 4 jam.

“Setelah melakukan perjalanan sekitar 4 jam, tim gabungan berhasil tiba di lokasi. Saat tiba di lokasi kami mendapati aktivitas penambangan sedang berlangsung dan tim langsung bergerak cepat mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti,” ujar Hilmi dilansir dari tribratanews.sumbar.polri.go.id, Rabu (16/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa dalam penggerebekan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku pekerja tambang dari dua lokasi berbeda. Yakni dari lokasi milik SN dan AS masing masing sebanyak 5 orang.

Selain itu, terang Hilmi, pihaknya juga turut menyita sejumlah barang bukti. Antara lain 2 unit hammer, 2 unit blower serta 4 karung berisi material diduga mengandung emas.

Saat ini, terang Hilmi, terduga pelaku berserta barang bukti diamankan di Polres Solok Selatan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dan untuk terduga pelaku kami jerat dengan UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan UU RI Nomor 9 Tahun 2008 tentang Penggunaan Bahan Kimia dengan Ancaman hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar,” ucap Hilmi.

Hilmi menambahkan, bahwa tim gabungan juga melakukan penutupan lubang tambang, memasang garis polisi (police line). Kemudian tim gabungan juga menempelkan spanduk imbauan berisi larangan keras melakukan aktivitas tambang ilegal serta penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida. (*/yki)

Baca Juga

Polda sumbar, anggota brimob
Polisi Ringkus 2 Penadah Emas dari Tambang Ilegal di Kota Solok
Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat
Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat
Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan
Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan
Viral Tambang Ilegal Pakai Ekskavator di Pasaman Barat, Ini Kata ESDM Sumbar 
Viral Tambang Ilegal Pakai Ekskavator di Pasaman Barat, Ini Kata ESDM Sumbar 
Daftar Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sumbar
Daftar Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sumbar
Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar mengagendakan pemeriksaan saksi korupsi UIN Padang.
Walhi Beri Rapor Merah Kejati Sumbar, Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kejahatan Lingkungan