Prevelensi 16,8 Persen, Wawako Padang Panjang: Semua Pihak Harus Berkontribusi Tekan Stunting

Prevelensi 16,8 Persen, Wawako Padang Panjang: Semua Pihak Harus Berkontribusi Tekan Stunting

Wawako Padang Panjang Asrul memberi penekanan terkait stunting. (Foto: Diskominfo Padang Panjang)

Langgam.id – Meski angka prevelensi stunting di Kota Padang Panjang termasuk di Sumatra Barat, tetapi Wakil Wali Kota Asrul tetap mengimbau kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan semua tim yang terlibat dalam penanganan stunting di daerah tersebut ikut berkontribusi dalam penurunan stunting.

Ia mengatakan secara peringkat, Kota Padang Panjang bersama Kota Bukittinggi berada pada peringkat kedua terendah di Provinsi Sumatera Barat. Yaitu sebesar 16,8% pada 2022, dibandingkan dengan 2021 masih sebesar 20%.

“Dari hasil evaluasi tahun ini, masih banyak ditemukan adanya pihak yang belum paham dengan penanganan stunting. Khususnya beberapa kelompok keluarga berisiko stunting dan keluarga stunting, bahkan tim sendiri. Idealnya setelah tim bekerja selama setahun lebih, semua pihak harus sudah mengerti dengan penanganan stunting dan bisa ikut berkontribusi,” ujarnya, dikutip langgam, Rabu (13/9/2023).

Wawako Asrul juga menyampaikan, masih ada OPD yang tidak terlibat maksimal dalam Gerakan Basunting (Bapak Ibu Asuh Anak Stunting-red) dengan alasan tidak adanya anggaran di OPD. Gerakan Basunting ini juga diharapkan instansi vertikal, BUMN dan dunia usaha secara keseluruhan juga ikut berkontribusi.

“Ada atau tidaknya anggaran, gerakan ini tetap dapat dilaksanakan secara ikhlas oleh OPD melalui mekanisme iuran, infak/sedekah rutin,” tuturnya lagi.

Tantangan berikutnya yang akan dihadapi TPPS di antaranya menjaga anak yang sudah keluar dari status stunting tidak masuk lagi ke kelompok stunting. Pada 2024 bisa mencapai target nasional sebesar 14%.

Strategi jangka pendek yang akan dilakukan di antaranya fokus mengintervensi anak stunting agar keluar dari status stunting. Dengan cara memastikan anak stunting mendapatkan asupan gizi cukup melalui berbagai program, seperti Basunting, Dapur Sehat dan lainnya.

Sedangkan strategi jangka panjang yaitu meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, meingkatkan penyuluhan pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas air minum dan sanitasi, serta meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DSPPKBPPA, Netti Herawati mengatakan, tujuan dilaksanakannya FGD ini untuk perencanaan pencegahan stunting di Padang Panjang agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan makanan tambahan. Targetnya sasaran balita stunting dan ibu hamil. Bekerja sama dengan petugas gizi, kader PKK dan Tim Pendamping Keluarga melalui program Basunting,” ungkapnya.

Ikut hadir Kepala Dinas Kesehatan Faizah yang bertindak selaku narasumber, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Ade Nafrita Anas, Plt. Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Muji Sirwanto, Ketua Baznas, Syamsuarni, camat dan lurah se-Padang Panjang, serta undangan lainnya. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Ekspor CPO Sumbar
Harga Sawit Anjlok di Sumbar, Ekonom Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Terburu-buru 
Langgar Instruksi Wali Kota Soal Corona, 17 Remaja di Padang Diamankan Satpol PP
Viral Perempuan Diduga Diperas Oknum Satpol PP Padang usai Dirazia
Libur Idul Adha 2026: Polisi Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Perbatasan Sumbar-Riau 
Libur Idul Adha 2026: Polisi Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Perbatasan Sumbar-Riau 
Harga Sawit di Pesisir Selatan Anjlok Drastis, Petani Pilih Mogok Panen
Harga Sawit di Pesisir Selatan Anjlok Drastis, Petani Pilih Mogok Panen
Libur Idul Adha 2026: Lalu Lintas di Jalur Lembah Anai Ramai Lancar Siang Ini
Libur Idul Adha 2026: Lalu Lintas di Jalur Lembah Anai Ramai Lancar Siang Ini
Pemain Persik Kediri di Gor H Agus Salim Padang. (Foto: Semen Padang FC)
Persiapan Liga 2, Manajer Semen Padang FC: Kontrak Pemain Tunggu Hasil Evaluasi