Payakumbuh Kini Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Payakumbuh Kini Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Payakumbuh, Jumat (17/02/2022). (Foto: Dok. Pemko Payakumbuh)

Langgam.id – Kota Payakumbuh kini punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Stasiun yang berlokasi di kantor pelayanan teknik PLN ULP Payakumbuh ini, diresmikan pada Jumat (17/02/2022).

Situs resmi Pemko Payakumbuh merilis, peresmian SPKLU yang dibangun PLN UP3 Payakumbuh tersebut dihadiri Pj Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda dan sejumlah pejabat pemko serta forum komunikasi pimpinan daerah.

Pj Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan, Payakumbuh siap dilalui kendaraan listrik serta memberikan dukungan terhadap program pemerintah terhadap migrasi dari kendaraan berbahan bakar fosil (BBM) menjadi listrik.

Kehadiran SPKLU di PLN UP 3 Payakumbuh diharapkan mampu mempermudah masyarakat yang ingin mengisi daya kendaraan listriknya lebih cepat.

“Kami Pemerintah Kota Payakumbuh menyambut baik SPKLU ini. Semoga ke depan, masyarakat Kota payakumbuh banyak yang menggunakan motor listrik dan juga mobil listrik,” kata Rida

Ia menambahkan, penggunaan kendaraan listrik dapat menghemat pengeluaran dalam membeli bahan bakar kendaraan.

“Hanya dengan Rp120 ribu dapat ditempuh sejauh 400 kilometer. Adanya SPKLU ini mempermudah pengendara dalam mengisi ulang daya,” ujar Rida.

Langkah selanjutnya, menurutnya, bagaimana PLN menyosialisasikan keunggulan kendaraan listrik. Karena saat ini harga kendaraan listrik masih relatif mahal.

“Harus harganya diturunkan, saat ini masih sangat mahal sekali seperti Hyundai itu masih Rp800 jutaan lebih. Pemerintah pun tidak bisa membeli karena sesuai Perpres Nomor 33 untuk kendaraan roda empat budget kita paling tinggi di harga Rp500 jutaan,” jelasnya

General Manager PLN Provinsi Sumatera Barat Erick Rosi Priyo Nugroho mengatakan mendukung perkembangan dari Electrical Vehicle kendaraan berbasis listrik, kendaraan beberasis baterai.

“Mendukung untuk konversi dari mobil konvensional ke mobil listrik, salah satunya dengan launching SPKLU. Menjadi langkah awal sejak lama EV dianalogikan mobilnya dulu atau charging stationnya dulu,” ujar Erick.

Terdapat empat lokasi SPKLU yang tersebar di Provinsi Sumbar, yaitu Padang, Solok, Bukittinggi dan Payakumbuh. Payakumbuh dipilih untuk lokasi SPKLU karena menjadi daerah perlintasan kendaraan yang datang dari luar Sumbar.

Erick menjelaskan, PLN membangun SPKLU untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara nasional. Hal ini juga sesuai Perpres Nomor 55 Tahun 2019, di mana PT PLN mendapatkan amanah untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, atau menjadi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

“Kalau bicara pengguna kendaraan listrik di Sumbar memang belum terlalu banyak. Untuk mobil mungkin tidak sampai lima unit. Tapi dengan adanya sebaran SPKLU di Sumbar di sejumlah daerah, akan dapat menarik minat masyarakat memiliki mobil listrik,” ujarnya.

“Kendaraan listrik ini tidak menimbulkan polusi. Jadi sangat ramah lingkungan,” tuturnya. (*/SS)

Baca Juga

Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar mengagendakan pemeriksaan saksi korupsi UIN Padang.
Mahasiswa UIN Imam Bonjol Dijemput Kejaksaan di Rumah usai Demo, Kini Tak Bisa Dihubungi
Kronologi Pejalan Kaki Ditabrak Motor hingga Meninggal di Payakumbuh
Kronologi Pejalan Kaki Ditabrak Motor hingga Meninggal di Payakumbuh
Sengkarut Masalah PDAM Padang: Air Keruh Diklaim Aman, Disentil Pengamat 
Sengkarut Masalah PDAM Padang: Air Keruh Diklaim Aman, Disentil Pengamat 
Bupati Pesisir Selatan Larang Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapangan Terbuka
Baru 5 Bulan Gabung, Hendrajoni Resmi Jadi Ketua PSI Sumbar
Deretan Putra Minang Kuasai Posisi Penting di PSI, dari Pendiri hingga Pengurus Pusat
Deretan Putra Minang Kuasai Posisi Penting di PSI, dari Pendiri hingga Pengurus Pusat
Walhi Sumbar memberikan rapor merah kepada mantan Kapolda Sumbar sebelumnya, Irjen Pol. Gatot lantaran tidak tegas memberantas tambang ilegal
Walhi Beri Eks Kapolda Gatot Rapor Merah: Tambang Ilegal di Sumbar Kian Subur