Penggunaan Tes Antigen Berpengaruh pada Kenaikan Penumpang di BIM

Langgam.id-pesawat

Suasana Bandara Internasional Minangkabau. [foto: Humas PT Angkasa Pura II]

Langgam.id – Penumpang pesawat luar Jawa-Bali di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bisa menggunakan hasil tes rapid antigen sebagai syarat perjalanan. Masa berlaku antigen tersebut adalah 1×24 jam.

Berdasarkan aturan terbaru, perjalanan udara wilayah Jawa-Bali tidak lagi harus menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), tapi bisa menggunakan tes rapid antigen.

Manager of Operation and Services PT AP II BIM, Imamura Ginting mengatakan, pembaruan ini sama dengan aturan naik pesawat terbang di luar Jawa dan Bali yang juga memperbolehkan syarat swab antigen.

Misal tes PCR dilakukan dari Surabaya ke Jakarta, Surabaya ke Bali, dan Jakarta-Semarang.

“Akan tetapi, kalau dari dan ke Jawa-Bali tetap menggunakan tes PCR. Sementara aturan antigen hanya berlaku untuk daerah di luar Jawa-Bali,” katanya Senin (1/10/2021).

Ia mencontohkan tes rapid antigen bisa bagi perjalanan seperti Padang ke Medan, Padang ke Kalimantan, dan Padang ke Sulawesi. BIM menetapkan aturan merujuk pada aturan pemerintah.

“Aturan terbang di BIM masih sesuai edaran Satgas sebelumnya, menuju Jawa-Bali masih menggunakan PCR 3 kali 24 jam, luar Jawa-Bali menggunakan antigen 1 kali 24 jam hingga ada edaran pemerintah selanjutnya,” katanya.

Penumpang Naik 10 Persen

Ia menyebut, setelah pemberlakuan tes rapid antigen bagi daerah di luar Jawa-Bali, memang terjadi kenaikan penumpang namun tidak signifikan.

Secara keseluruhan terangnya, untuk pergerakan penumpang di bandara BIM berkisar antara 2.500 hingga 3.000 penumpang.

“Ada peningkatan sekitar 10 persen, tetapi belum begitu signifikan,” tuturnya.

Imamura berharap ketika persyaratan naik pesawat terbang ini tidak lagi PCR atau sudah boleh antigen ini akan berdampak pada operasional bandara. Penumpang bakal meningkat.

Hal itu dinilai akan memudahkan masyarakat dari segi biaya dan waktu untuk pengambilan sampel PCR.

“Kalau yang berlaku hanya antigen saja, ini sangat luar biasa dan berdampak pada industri penerbangan,” katanya.

Baca juga: Aturan Baru, Penumpang Pesawat Luar Jawa-Bali Tak Wajib PCR

Diketahui, aturan baru tertuang dalam Surat Edaran Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

Penumpang pesawat luar Jawa-Bali juga bisa menunjukan hasil tes PCR dengan batas waktu 3×24 jam. Namun, para penumpang harus sudah memperoleh vaksinasi minimal dosis pertama.

Baca Juga

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kabut Asap Kian Berbahaya, Disdik Sumbar Belum Terapkan PJJ
Kabar gembira bagi masyarakat Padang yang mau berpergian ke Yogyakarta dan Semarang ataupun sebaliknya. Maskapai penerbangan Super Air Jet
Erupsi Anak Krakatau Mereda, Penerbangan Padang-Jakarta Kembali Dibuka Hari Ini di BIM
BPS mencatat, jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dan yang datang dari BIM pada Agustus 2024 turun masing-masing
Dampak Erupsi Anak Krakatau, 28 Penerbangan Dibatalkan di BIM hingga Siang Ini
Penerbangan BIM Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Pengamat: Risiko Tak Ditentukan Jarak
Penerbangan BIM Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Pengamat: Risiko Tak Ditentukan Jarak
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau
Erupsi Anak Krakatau, 2.318 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di BIM
BPS Sumbar mencatat jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari BIM pada Juli 2024 mengalami peningkatan
Imbas Erupsi Anak Krakatau, 21 Penerbangan di BIM Dibatalkan