Daftar 5 Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun Truk Trailer di Sumbar

Langgam.id – Polisi mengungkap kecelakaan beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi tepatnya di Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (26/1/2026), akibat karena truk trailer alami rem blong.  

Truk trailer yang membawa pupuk ini menabrak empat kendaraan lainnya, yakni truk boks dan tiga pengendara sepeda motor. Selain itu juga menghantam warung serta rumah. Lima orang dinyatakan meninggal dunia.  

Korban meninggal merupakan sopir truk trailer bernama Bandes Sihaloho (37). Kemudian pengendara sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD bernama Yan Rahmad Fajri (32). 

Tiga korban meninggal lainya merupakan warga yang berada di warung. Mereka adalah Dian Febri (35), Jefrizal (37) dan Alfizar (51). 

“Empat korban lainnya mengalami luka-luka,” ujar Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot dalam keterangannya, Senin (26/1/2026). 

Finot mengatakan para korban kecelakaan dibawa ke Rumah Sakit Yarsi dan RSUD Padang Panjang. Kasus ini kini masih ditangani unit Lakalantas Polres Padang Panjang.  

Kata dia, kendaraan yang terlibat kecelakaan rusak parah.  Termasuk, satu unit warung yang dihantam truk trailer.

“Truk trailer bernopol BK 9634 SA menuju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang. Lalu menabrak truk boks dari belakang,” ucapnya.  

Kemudian, mobil boks menyenggol tiga pengendara sepeda motor. Truk trailer menabrak warung hingga terbalik di halaman rumah warga.

Baca Juga

Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase II Tol, Khawatir Lahan Pertanian Tergerus
Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase II Tol, Khawatir Lahan Pertanian Tergerus
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)
Sumbar Kerap Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Peran Lereng dan Pegunungan