Lawan Persis Solo, Semen Padang FC Bidik Kemenangan Sebelum Jeda Paruh Musim

Semen Padang akan menjamu Bhayangkara FC Lampung pada pekan kesembilan Liga Super League 2025/2026, Senin sore (20/10/2025) di Stadion Haji

Para pemain Semen Padang jalani latihan jelang hadapi Bhayangkara FC. [foto: Semen Padang FC]

Langgam.id- Semen Padang menjamu Persis Solo pada pertandingan terkhir putaran pertama Liga Super League 2025/2026, Minggu sore (11/01/2026) di Gor Haji Agus Salim Padang.

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic mengatakan kondisi pemain mulai membaik usai manjalani dua pertandingan  terkahir yang cukup berat. “Sekarang anak-anak sudah mulai kembali ke normal,” ujarnya.

Pertandingan melawan Persis Solo sebagai laga terakhir di putaran pertama. Dua tim berada di wilayah yang sama, zona merah. “Kita main di kandang. Kita harus bermain disiplin dan teroganisir,” katanya.

Dejan enggan untuk bermain dominan penguasaan bola. Ia justru pilihannya pada hasil. “Lebih baik kita main jelek tapi menang 1-0, dari pada main bagus tapi kalah,” katanya.

Pemain Semen Padang FC, Pedro Matos bersama rekanya optimis mendapat hasil yang terbaik untuk pertandngan besok. “Fokus kita raih tiga poin,” katanya. (*)

Baca Juga

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury (kiri) memberikan keterangan pers. (Foto: Semen Padang FC)
Era Pelatih Imran Nahumarury di Semen Padang FC: Berakhir Pahit, Hanya Toreh 1 Kemenangan 
Laga Terakhir di Kandang, Semen Padang Dipermalukan Persebaya 0-7
Laga Terakhir di Kandang, Semen Padang Dipermalukan Persebaya 0-7
Hasil Babak Pertama: Gol Cepat Persebaya Bungkam Semen Padang FC 2-0
Hasil Babak Pertama: Gol Cepat Persebaya Bungkam Semen Padang FC 2-0
logo semen padang fc
Hadapi Persebaya, Ini Starting Lineup Semen Padang FC di Laga Kandang Terakhir 
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade memastikan pemerintah segera membangun kembali dua jembatan yang rusak akibat
Andre Rosiade Bakal Jadi Presiden Klub Semen Padang FC, Sang Anak Langsung CEO
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda