Seorang bocah laki-laki mengalami buta total saat berusia tujuh tahun, namun tetap semangat mengejar mimpi sebagai pemain football.
Langgam.id - Bocah berusia tujuh tahun mengalami buta total akibat tumor retina mata. Penyakit tersebut telah dideritanya sejak berusia satu tahun. Meski telah menjalani perawatan, penglihatan bocah itu terus menurun hingga mengalami kebutaan.
Kendati begitu, keterbatasan yang dimilikinya tidak membuat bocah itu menyerah meraih mimpi. Dia tetap berjuang untuk mewujudkan cita-citanya sebagai pemain football, sepak bola Amerika.
Dilansir dari Odditycentral pada Selasa (26/10/2021), bocah tersebut diketahui bernama Jasen Bracy. Bersama keluarganya, bocah itu tinggal di di Modesto, California, Amerika Serikat.
Pada usia sat tahun, Jasen didiagnosis dokter menderita menderita retinoblastoma, sejenis kanker yang menyebabkan tumor di retina mata. Serangkaian perawatan yang dilakukan selama ini ternyata belum dapat menyelamat penglihatan bocah itu.
Penglihatan Jasen yang terus menurun akhirnya berakhir menjadi gelap sepenuhnya ketika bocah itu berusia tujuh tahun. Namun Jasen tetap semangat untuk mengejar impiannya. Dia bahkan peran quarterback di tim sepak bola lokal.
Jasen yang kini telah berusia 15 tahun terus berlatih keras agar bisa memenangkan perlombaan. Dia bahkan berlatih olahraga asal Amerika Serikat itu tiga kali dalam seminggu.
Perjalanan Jasen hingga bisa tergabung dalam tim football pun tidak mudah. Dia bahkan menghubungi semua tim sepak bola di daerahnya untuk bisa ikut bergabung. Namun keterbatasan Jasen membuat tim tersebut ragu.
Setelah dua tahun berjuang, dia pun berhasil bergabung dengan salah satu tim football lokal. Hingga suatu hari David Nichols, pelatih Modelo Raiders menghubungi orang tua Jasen.
“Hei, saya mendapat telepon dari putra Anda menanyakan apakah dia bisa datang bermain sepak bola. bagi kami, tetapi apakah dia mengatakan dia buta?',” tanya Nicholas pada orang tua Jasen saat itu.
Meski sempat ragu, Nicholas mengaku kagum dengan kemampuan Jasen. Keterbatasan yang dimiliki tidak membuat bocah itu kesulitan dalam melakukan olahraga itu. Jasen menutupi kekurangannya dengan kelebihan yang dia miliki.
Pasalnya, bocah itu memiliki memori yang bagus. Dia dapat mengingat di mana saja posisi rekan satu timnya. Hal ini membuatnya mampu melempar bola dengan akurasi yang tepat pada rekannya.
“Dia tahu di mana harus berada, di mana harus menyerahkan bola, di mana anak itu akan berada, dia tahu bagaimana mendapatkan poin,” kata Nichols kepada CNN.
Bahkan hampir sebagian besar tim lawan tidak mengetahui bahwa Jasen buta. Lantaran hal itu, mereka memperlakukan Jasen seperti pemain lain tanpa membedakannya.
“Saya tidak memberi tahu mereka, tidak sebelum atau sesudah pertandingan, jadi mereka bahkan tidak berpikir untuk melonggarkan saya,” kata Jasen Bracy.
“Saya quarterback, dan salah satu tugas quarterback adalah memimpin tim. Sebagai seorang pemimpin, saya harus mengendalikan tim ini, memimpin mereka melalui saat-saat baik dan buruk tidak peduli situasi yang harus saya lalui. Dan aku tangguh seperti besi. Saya akan bermain lebih keras,” tambahnya.
Jasen akan menghafal semua permainan dan posisi rekan-rekannya. Sementara sang ayah akan memberitahu menggunakan walkie-talkie mengenai hal yang terjadi di lapangan.
“Hanya melihatnya, dia menunjukkan kepada saya bahwa tidak ada yang tidak dapat Anda lakukan, dan itu mencerminkan anak-anak lain. Sejak dia berada di tim saya, tim tertarik padanya,” kata pelatih Nichols.
“Itu mengubah seluruh pandangan hidup mereka. Dia membuat musim. Bahkan jika kami tidak menang, hanya memiliki chemistry dengan tim mungkin merupakan salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan,” tambahnya.
Baca juga: Boneka Anak Perempuan Ditemukan di Hutan, Netizen Percaya Merupakan Boneka Terkutuk
Selain football, Jasen juga berlatih olahraga lain seperti berenang dan baseball. Namun football menjadi olahraga yang paling dia sukai. Bocah itu pun memiliki cita-cita untuk dapat bermain di Liga Sepak Bola Nasional.