Longsor Lagi di Sitinjau Lauik, Jalur Padang-Solok Buka Tutup

Langgam.id Longsor Sitinjau Lauik

Longsor di kawasan Sitinjau Lauik Kota Padang. (Foto Pusdalops Padang)

Langgam.id- Longsor kembali terjadi di kawasan Sitinjau Lauik Kota Padang, akibat tingginya intensitas hujan Rabu (29/9/2021). Longsor menyebabkan jalur utama Padang – Solok itu buka tutup.

“Longsor Sitinjau Lauik, Lubuk Paraku,” ujar salah satu anggota Pusdalops BPBD Padang kepada Langgam.id Rabu (29/9/2021)

Informasi sementara Pusdalops BPBD Padang, jalur Padang-Solok untuk buka tutup. Kendaraan mesti hati-hati melewati jalur tersebut.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di Sumbar Rabu (29/9/2021) pukul 17.00 WIB.

BMKG mencatat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah seperti di Pasaman Barat, Pasaman, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan dan Sijunjung.

Hujan dapat meluas ke Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Lima Puluh Kota dan Dharmasraya

“Kondisi ini diprakirakan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB,” ujar Prakirawan-BMKG Minangkabau

Baca Juga

Warga di Huntara Kapalo Koto Dipindahkan ke Huntap Sungkai, 225 Unit Bakal Dibangun
Warga di Huntara Kapalo Koto Dipindahkan ke Huntap Sungkai, 225 Unit Bakal Dibangun
Krisis Air Bersih: Kelurahan Korong Gadang Padang Butuh 16 Sumur Bor, Baru 9 Terpenuhi 
Krisis Air Bersih: Kelurahan Korong Gadang Padang Butuh 16 Sumur Bor, Baru 9 Terpenuhi 
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Stafsus Mendagri Nilai Padang Jadi Daerah Respons Cepat Pemulihan Pascabenca 
Stafsus Mendagri Nilai Padang Jadi Daerah Respons Cepat Pemulihan Pascabenca 
Alokasi Dana TKD Tambahan Rp371 M, Pemerintah Pusat Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Padang
Alokasi Dana TKD Tambahan Rp371 M, Pemerintah Pusat Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Padang
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Gubernur Layangkan Teguran untuk 12 Kabupaten/Kota, Susun Perkada Tanpa Fasilitasi Pemprov