Alasan Pemko Bukittinggi Tutup Area Jam Gadang Jelang Lebaran

Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi telah menyiapkan 14 titik parkir resmi selama libur Idul Fitri 1445 Hijriyah atau 2024. Belasan titik

Kawasan Jam Gadang merupakan salah satu tempat yang akan dikunjungi masyarakat saat menikmati libur lebaran di Kota Bukittinggi. (Foto: Dok.Istimewa)

Langgam.id – Pemerintah Kota Bukittinggi telah menutup area Jam Gadang menjelang masa libur Lebaran 2021. Meski area jam gadang ditutup, warga tetap diberi akses menuju kawasan perbelanjaan sekitar Jam Gadang.

“Kita tidak melarang ke pasar, hanya ke tempat pedestrian Jam Gadang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Supadria kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

Dia menjelaskan, alasan penutupan area Jam Gadang karena lokasi itu sering dijadikan tempat berkumpul. Pemko Bukittinggi khawatir terjadi kerumunan jika lokasi itu tetap dibuka selama masa libur lebaran.

“Karena apapun situasinya memang kebiasaan warga baik kebiasaan warga kita di sini maupun pengunjung, akan tetap Jam Gadang jadi sasaran untuk berkumpul,” ucapnya.

Baca juga: Tutup Jam Gadang, Bukittinggi Tetap Buka Tempat Wisata Lain Saat Lebaran

Sebelumnya, Pemko Bukittinggi memutuskan akan tetap membuka lokasi wisata saat libur lebaran nanti. Penutupan hanya dilakukan di kawasan Jam Gadang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, Kamis (29/4/2021). Dia menyebut ada beberapa strategi yang akan dijalankan untuk menyikapi lonjakan Covid-19 dan masa libur lebaran.

“Untuk objek wisata tetap dibuka tapi dilakukan dengan pola pembatasan jumlah pengunjung didalam objek wisata dimana para petugas harus melakukan pengawasan yang ketat,” kata Erman.

“Untuk areal jam gadang akan ditutup dengan dibuat pintu keluar dan pintu masuk agar pengunjung bisa terkontrol,” imbuhnya. (*ABW)

Baca Juga

melakukan rotasi besar-besaran untuk jabatan kapolres di Sumatra Barat
Universitas Fort De Kock Polisikan Wali Kota Bukittinggi
GMNI Se-Sumbar Desak Usut Dugaan Kekerasan Satpol PP di Kampus Fort De Kock
GMNI Se-Sumbar Desak Usut Dugaan Kekerasan Satpol PP di Kampus Fort De Kock
Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Sengketa Lahan Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum: Pemko Harusnya Tempuh PK Bukan Kekerasan
Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Korban Singgung Pelanggaran HAM
Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Korban Singgung Pelanggaran HAM
Polemik Penolakan Trase Tol Sicincin-Bukittinggi di Kubang Putiah Agam, Satu Jorong Terancam Hilang dari Peta!
Polemik Penolakan Trase Tol Sicincin-Bukittinggi di Kubang Putiah Agam, Satu Jorong Terancam Hilang dari Peta!
Wagub Vasko Dorong Sumbar Jadi Daerah Istimewa, Angkat Peran Bukittinggi dan PDRI dalam Sejarah RI
Wagub Vasko Dorong Sumbar Jadi Daerah Istimewa, Angkat Peran Bukittinggi dan PDRI dalam Sejarah RI