Polisi Tunggu Hasil Autopsi Jenazah Gadis yang Terkubur di Limapuluh Kota

Polisi Tunggu Hasil Autopsi Jenazah Gadis yang Terkubur di Limapuluh Kota

Penemuan jenazah gadis 14 tahun di Limapuluh Kota. (dok. Kantor SAR Limapuluh Kota)

Langgam.id – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab meninggalnya gadis 14 tahun berinisial SN di Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar). Polisi kini juga menunggu hasil autopsi.

“Kami masih menunggu hasil autopsi jenazah korban. Kalau ada perkembangan lanjutan, nanti kami kasih tau media, ya,” kata Kapolsek Guguak, Iptu Herry dihubungi langgam.id, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Autopsi Jenazah Gadis yang Terkubur di Limapuluh Kota

Pihak kepolisian telah menduga gadis malang tersebut merupakan korban pembunuhan. Apalagi, jenazah korban ditemukan terkubur di kawasan ladang gambir.

Usai dievakuasi, proses autopsi jenazah korban langsung dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Sebelumnya, korban dinyatakan hilang selama tiga hari belakangan. Saat itu, ibu kandung pergi ke ladang, sementara korban ditinggal bersama ayah tirinya.

“Saat ibu kandungnya pulang dari ladang anak tidak ada lagi. Ayah tirinya bilang ke istrinya untuk pergi ke Payakumbuh. katanya tempat orang tuanya,” tambah Herry.

“Ibunya tunggu anaknya, belum ada kecurigaan lagi. Sampai magrib tidak pulang anak ini, dilaporkan ke kami bahwa anaknya hilang,” sambungnya.

Akhirnya jenazah korban ditemukan oleh seorang warga yang pulang dari ladang. Kebetulan, warga tersebut membawa seekor anjing yang selalu menggonggong.

Saat dilepas, anjing pergi ke suatu tempat tumpukkan tanah. Ternyata terlihat tangan korban keluar dari tanah.

Kondisi jenazah korban, dikubur tidak terlalu dalam. Kondisi jenazah korban cukup memprihatinkan, jari-jari kedua tangannya telah hilang. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Pergi Memancing, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Muaro Lasak Padang
Pergi Memancing, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Muaro Lasak Padang
Pejalan Kaki Tertabrak Kereta di Depan UNP, Sempat Dibawa ke RS Lalu Meninggal
Pejalan Kaki Tertabrak Kereta di Depan UNP, Sempat Dibawa ke RS Lalu Meninggal
Bulan Ramadan 1445 Hijriah akan memasuki 10 malam yang terakhir. Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dengan berdzikir,
Pengasuh Ponpes Ungkap Kondisi Santri yang Diduga Diintimidasi saat Beribadah
Selama 7 Bulan Terakhir, 13 Orang Meninggal di Jalan Solok 
Selama 7 Bulan Terakhir, 13 Orang Meninggal di Jalan Solok 
Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat
Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat
Buntut Tahanan Kabur, Propam Polda Sumbar Periksa Sejumlah Personel Polsek Lubuk Begalung
Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Santri saat Beribadah di Limapuluh Kota