Langgam.id – Sebanyak tujuh titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) hingga Minggu (23/8/2026) pukul 11.00 WIB. Semua titik panas itu berada di Kabupaten Dharmasraya.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Jeni Adrian mengatakan, tujuh titik panas itu terdeteksi melalui pemantauan satelit. Titik tersebut masuk kategori kuning dalam sistem pemantauan.
“Hingga pukul 11.00 WIB tanggal 23 Agustus 2026 ini, terdeteksi hanya tujuh titik api di wilayah Sumatra Barat,” kata Jeni kepada Langgam.id Minggu (23/8/2026).
Kata Jeni, titik panas mulai terdeteksi pada dini hari. Data BMKG menunjukkan hotspot muncul sekitar pukul 01.51 WIB.
Meski begitu, BMKG belum bisa memastikan apakah lokasi titik panas itu kawasan hutan atau ladang masyarakat.
“Kepastian mengenai kondisi di lapangan membutuhkan pengecekan lebih lanjut,” katanya.
Menurutnya, keberadaan titik panas tidak secara otomatis menunjukkan telah terjadi kebakaran. Titik panas merupakan hasil deteksi anomali suhu dari pemantauan satelit.
Karena itu, BMKG terus memantau perkembangan titik panas di wilayah Sumbar. Masyarakat juga diminta tidak langsung panik dengan adanya informasi tersebut.
“Tidak perlu panik atau cemas, tetap pantau informasi resmi dari BMKG,” tuturnya. (ICA)






