60 Lebih UMKM Meriahkan Sumbar Creative Economy Festival 2026

Langgam.id— Lebih dari 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat di Grand Ballroom Hotel Pangeran Beach, Padang.

SCF 2026 berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future: Mendorong Daya Saing Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

Festival tersebut menjadi salah satu agenda utama BI Sumbar dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari promosi produk, edukasi, transaksi digital, akses pembiayaan, business matching, hingga perluasan akses pasar.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, M. Abdul Majid Ikram, mengatakan SCF 2026 dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar dan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha.

“Melalui SCF Fair, SCF Forum, SCF Competition, serta entertainment dan cultural performance, kami mempertemukan pelaku UMKM dan insan kreatif dengan pasar, buyer, perbankan, investor, dan jejaring usaha,” kata Abdul Majid.

Dalam SCF Fair, lebih dari 60 UMKM Sumbar menampilkan beragam produk unggulan daerah. Produk tersebut mencakup wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk usaha berbasis keberlanjutan.

Stan UMKM terbagi dalam sejumlah zona, di antaranya Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi.

Selain menjadi ruang promosi, SCF 2026 juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan. BI Sumbar memfasilitasi business matching pembiayaan dengan nilai mencapai Rp101,91 miliar.

Menurut Abdul Majid, penguatan UMKM menjadi penting karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam perekonomian Sumbar. Saat ini terdapat lebih dari 662 ribu unit UMKM di Sumbar.

“Dengan lebih dari 662 ribu unit UMKM, Sumatera Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kekayaan budaya dan kreativitas lokal,” ujarnya.

Ia menilai potensi daerah seperti tenun, songket, sulaman, kriya, kuliner, kopi, teh dan berbagai produk unggulan lainnya perlu terus dikembangkan agar menghasilkan nilai tambah ekonomi.

“Semangatnya adalah dari nagari untuk negeri. Kami ingin membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi,” katanya

BI Sumbar juga terus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi dan perluasan pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas, korporatisasi, akses pembiayaan hingga fasilitasi pemasaran di tingkat daerah, nasional maupun global.

Abdul Majid mengatakan digitalisasi menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumbar telah mencapai 1,08 juta dengan sekitar 754 ribu merchant. Sementara volume transaksi QRIS tumbuh 158 persen secara tahunan.

“Digitalisasi diarahkan tidak hanya untuk mempermudah pembayaran, tetapi juga memperkuat pemasaran, pencatatan transaksi, efisiensi usaha, serta akses UMKM terhadap pembiayaan dan pasar,” ujarnya.

Peluang UMKM Sumbar menembus pasar yang lebih luas juga terlihat dari keikutsertaan mereka pada Karya Kreatif Indonesia 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung 20-23 Agustus 2026 tersebut, perwakilan UMKM Sumbar mencatat penjualan lebih dari Rp1 miliar.

Selain pameran produk, SCF 2026 menghadirkan SCF Forum yang berisi berbagai talkshow, workshop dan business matching.

Sejumlah tema yang dibahas antara lain literasi dan perencanaan keuangan, pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk foto produk, digitalisasi dan pelindungan data UMKM, ekspor, ekonomi hijau, kesehatan, ekonomi dan keuangan syariah hingga pengembangan fesyen.

Kegiatan juga menghadirkan Finance Talks bersama Ligwina Hananto, Creative Economy Talks bersama Bhaotsudanco, Digital Talks, forum “Dari Nagari ke Luar Negeri: Mendorong UMKM Nagari Go Export”, business matching ekspor, West Sumatra Coffee Showcase 2026 hingga workshop fesyen.

SCF 2026 turut diramaikan berbagai kompetisi dan pertunjukan seni budaya. Di antaranya Choir Competition Dharma Wanita Persatuan, lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolah dasar, Bankers Competition serta Fashion Show Competition Badan Kerja Sama Organisasi Wanita.

Pertunjukan seni dan budaya serta penampilan musisi lokal dan nasional juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menarik masyarakat sekaligus memperluas promosi ekonomi kreatif Sumbar.

SCF 2026 terbuka untuk masyarakat secara gratis. Festival ini berlangsung pada 28-30 Agustus 2026, pukul 08.30-18.00 WIB di Hotel Pangeran Beach, Padang. (HER)

Tag:

Baca Juga

UMKM Naik Kelas, BI Dorong Produk Sumbar Bidik Pasar Jepang, Prancis hingga Amerika
UMKM Naik Kelas, BI Dorong Produk Sumbar Bidik Pasar Jepang, Prancis hingga Amerika
Gelar SCF 2026, BI Dorong Perkuat Daya Saing Produk UMKM Sumbar
Gelar SCF 2026, BI Dorong Perkuat Daya Saing Produk UMKM Sumbar
BI Ingatkan Perlunya Kerja Sama Antar Daerah Jaga Pasokan Pangan
BI Ingatkan Perlunya Kerja Sama Antar Daerah Jaga Pasokan Pangan
BI Ingatkan Potensi Dampak El Nino Bisa Pengaruhi Laju Inflasi Sumbar
BI Ingatkan Potensi Dampak El Nino Bisa Pengaruhi Laju Inflasi Sumbar
Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, baru-baru ini menyelenggarakan workshop
Jaga Stok Pangan, BI Dorong Urban Farming dan Penguatan Kelompok Tani Hortikultura
Pemko Payakumbuh kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Parkir Kantor Balai Kota Payakumbuh, Senin (1/4/2024).
Tekan Inflasi, BI Sumbar Dorong Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah Diperluas