Langgam.id – Bayi laki-laki berumur dua tahun dianiaya ayah kandungnya berinisial RD (29). Peristiwa itu terjadi di kawasan Korong Gandang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Bayi malang ini mengalami luka mulai sundutan rokok, gigitan hingga disiram air panas. Polisi telah menangkap pelaku dan ditahan. Berikut faktnya:
1. Diambil Paksa Tetangga
Kasus ini terungkap pada Sabtu (16/5/2026). Berawal dari tetangga di kediaman pelaku yang curiga korban selalu menangis pada malam harinya.
Para tetangga kemudian mendatangi rumah pekaku, dan melihat badan korban sudah penuh dengan bekas luka. Mereka membawa paksa korban dan melaporkan ke polisi.
“Bayi ini awalnya menangis terus di rumahnya. Tetangga yang curiga mendatangi, lalu membawa paksa bayi ini dan mengantarkannya ke kami,” kata Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Ghifari membagikan kondisi bayi tersebut, videonya viral dan mendapat banyak simpati masyarakat.
“Jadi sebelumnya, tetangga tidak tahu apa yang dialami anak ini, karena jarang sekali dibawa keluar rumah. Ibunya juga tidak bercerita, karena mendapat ancaman,” kata Ghifari.
2. Penganiayaan Berlangsung Sudah Lama
Usai ditangkap, polisi melakukan pemeriksaan intensif kepada pelaku. Hasil sementara, terungkap penganiayaan yang dilakukan pelaku telah berlangsung kurang lebih satu bulan.
“Anak yang menjadi korban ini sudah mengalami kekerasan fisik kurang lebih satu bulan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin.
Yasin menyebutkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui melakukan penganiayaan berupa sundutan rokok, gigitan dan siraman air panas. Luka bakar itu membekas di kaki kanan korban.
“Dari keterangan (pelaku) disampaikan dalam pemeriksaan, benar seperti itu,” jelasnya.
3. Diduga Faktor Ekonomi dan Pengaruh Alkohol
Yasin menambahkan, penganiaya yang dilakukan pelaku diduga dipicu faktor ekonomi dan pengaruh alkohol. Kepolisian telah menetapkan pelaku sebagai tersangka.
“Motif pelaku karena ekonomi dan alkohol,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, kepolisian menjerat pelaku dengan undang-undang perlindungan anak, undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga serta tindak pidana penganiayaan.
“Tersangka terancam hukuman penjara lima tahun,” tegas Yasin.
4. Pelaku Juga KDRT ke Istri
Desminar, ibu dari korban sekaligus istri pelaku, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kekerasan yang dialami anaknya serta dirinya.
Perempuan 29 tahun ini, mengaku selama ini memilih diam dan takut melapor ke polisi. Dalam rumah tangga yang telah dijalaninya selama empat tahun, ia juga mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Sejak bulan puasa anak saya sering menangis malam. Kalau dia pulang dari luar, anak langsung digigit,” kata Desminar.
Menurut Desminar, perilaku suaminya berubah agresif ketika berada dalam kondisi tidak stabil. Ia menduga suaminya kerap mengkonsumsi minuman keras tradisional yakni tuak dan memakai narkoba jenis sabu.
“Kalau normal dia sebenarnya penyayang. Tapi kalau habis pakai sabu dan minum tuak, seperti orang gila,” ujarnya.
Ia menduga aksi penganiayaan terhadap anak dilakukan pelaku karena emosi yang tidak terkendali saat berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.
5. Luka Gigitan hingga Infeksi
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda mengungkap, korban saat ini masih dirawat untuk mendapatkan penanganan medis. kondisinya sangat memprihatinkan.
Harry menyebutkan, korban mengalami infeksi yang cukup luas mulai di mulut, kelamin hingga mata. Korban juga kekurangan gizi.
“Tubuh anak ini penuh gigitan di punggung hingga perut. Kakinya juga alami luka bakar karena air panas. Kondisinya sangat kompleks,” katanya.
“Kelamin dan matanya juga bengkak. Jadi sangat butuh penanganan serius untuk perbaikan kondisi korban,” sambung Harry.
6. Mulai Ceria Setelah Dirawat
Hari kedua perawatan pada Senin (18/5/2026), korban yang sebelumnya terlihat lemah dan pendiam kini mulai tampak lebih ceria. Tim medis menyebut balita tersebut sudah mulai merespons lingkungan sekitar dengan senyuman dan tawa kecil.
Harry menambahkan, kondisi korban perlahan mulai membaik meski masih membutuhkan penanganan medis intensif.
“Sudah hari kedua ada perbaikan. Bayi sudah mulai ceria, ada ketawa dan senyum. Saat awal masuk, kondisinya memang cukup memprihatinkan dan lebih banyak diam,” jelasnya. (WAN)





