Langgam.id – Empat titik panas terdeteksi di Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa (1/9/2026). Hal ini berdasarkan pantauan Sistem Monitoring Karhutla (Si Pongi) milik Kementerian Kehutanan Republik Imdonesia.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin mengatakan, titik panas tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni satu titik di Sijunjung, satu titik di Agam, dan dua titik di Pasaman Barat.
“Kami masih melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi pada lokasi yang terdeteksi sebagai titik panas itu,” ujar Ferdinal, Selasa (1/9/2026).
Kata dia, hingga saat ini Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar belum menerima laporan terkait adanya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di lokasi empat titik panas tersebut.
“Sejauh ini belum ada laporan kebakaran di lokasi titik panas. Namun, tetap kami pantau di lapangan,” tegasnya.
Ferdinal menyebutkan, keberadaan titik panas belum tentu berarti telah terjadi kebakaran. Namun, kondisi cuaca yang cenderung kering saat ini membuat potensi karhutla tetap ada.
“Dengan kondisi cuaca yang kering seperti sekarang, potensi kebakaran tetap ada. Karena itu, titik-titik panas tersebut terus kami awasi,” jelasnya.
Terkait kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumbar, lanjut Ferdinal, menduga kondisi ini kemungkinan berasal dari provinsi tetangga. Menurutnya, jumlah titik panas di Sumbar saat ini relatif sedikit.
“Karena jumlah titik panas di Sumbar relatif sedikit, kabut asap di beberapa daerah kemungkinan juga berasal dari provinsi tetangga. Saat ini masih banyak titik panas yang terpantau di Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung,” ungkapnya.
Meski demikian, Ferdinal mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang kering seperti sekarang,” tuturnya. (WAN)





