4 Jam Tersesat di Ngarai Sianok, Rombongan Pelajar SMAN 4 Bukittinggi Ditemukan Selamat

4 Jam Tersesat di Ngarai Sianok, Rombongan Pelajar SMAN 4 Bukittinggi Ditemukan Selamat

Tim pencari siswa SMA Negeri 4 Bukittinggi yang sempat hilang di Ngarai Sianok. (Foto: Dok. BPBD Bukittinggi)

Langgam.id – Rombongan pelajar SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi akhirnya ditemukan setelah kurang lebih empat jam tersesat di Ngarai Sianok. Mereka ditemukan tim gabungan pada Jumat (13/1/2023) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Ibentaro Samudra mengatakan, rombongan ini terdiri dari enam pelajar dan satu pembina.

“Rombongan ini ditemukan di Ngarai Sawah, di bawah Panorama Baru. Kondisi selamat semuanya,” kata Ibentaro kepada langgam.id, Sabtu (14/1/2023).

Ibentaro menyebutkan rombongan dilaporkan tersesat sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka sebelumnya melakukan kegiatan hacking dari sekolah menuju Ngarai Sianok.

“Berangkat dari SMA Negeri 4 untuk melakukan kegiatan hacking. Sewaktu mau balik ke atas rombongan tersebut mencari jalan lain untuk menghindari sarang lebah di jalur tersebut,” jelasnya.

Namun, kata dia, karena kondisi sudah gelap sehingga rombongan tersesat dan memutuskan untuk berhenti demi menghemat tenaga dan bekal.

“Mereka kemudian memutuskan memutuskan untuk meminta pertolongan. Proses pencarian dilakukan hingga ditemukan selamat,” tuturnya. (*/SS)

Baca Juga

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Kondisi Gunung Marapi di Sumbar. (Dok. PGA Gunung Marapi)
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf