2 Pekan PSBB Sumbar, 294 Kendaraan Diminta Putar Balik di Perbatasan Dharmasraya

KSP Konferensi Video dengan Gubernur Sumbar, Sampaikan Kriteria Tertentu Izin Mudik, ppkm

Ilustrasi - Kebijakan PSBB Covid-19. (Foto: Gerd Altmann/pixabay.com)

Langgam.id – Selama dua pekan pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebanyak 294 kendaraan diminta kembali atau putar balik oleh petugas di Pos Check Point PSBB Kabupaten Dharmasraya. Kendaraan yang harus kembali itu sebelumnya berencana melewati perbatasan Sumatra Barat-Jambi di Dharmasraya.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan, jumlah tersebut dari 195 unit yang akan masuk dan 99 kendaraan yang akan keluar Sumbar. Data ini diambil dari Satuan Lalu lintas Polres Dharmasraya, terhitung dari tanggal 24 April 2020 sampai dengan 5 Mei 2020.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 180-297-2020, tentang Pemberlakuan PSBB di Wilayah Provinsi Sumatera Barat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Kapolres menempatkan sejumlah personel di beberapa titik perbatasan provinsi yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Yakni, perbatasan dengan Kabupaten Muaro Bungo dan Kabupaten Tebo, Jambi serta perbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Kapolres Dharmasraya menjelaskan, tindakan petugas di perbatasan sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 20 Tahun 2020 yang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB serta Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020.

“Kita mendukung penuh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diberlakukan Pemprov Sumbar,” kata AKBP Aditya, sebagaimana dilansir tribratanews di situs resmi Polri, Selasa (5/5/2020).

Ia menerangkan, hal tersebut merupakan upaya Polri untuk ikut aandil dalam percepatan pencegahan Covid-19, khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

“Kami berharap masyarakat mematuhi aturan ini dengan penuh kesadaran agar tidak melakukan mudik atau pulang kampung terlebih dahulu demi kabaikan diri sendiri, keluarga dan orang lain,” katanya. (*/SS)

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda