Waspada! Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ditemukan di Sumbar

Peringati Hari Kemerdekaan, Gubernur: Kibarkan Bendera Sebulan Penuh

Gubernur Sumbar Mahyeldi. [Foto: Diskominfotik Sumbar]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Waspada! Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ditemukan di Sumbar.

Langgam.id – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang melanda beberapa provinsi di Pulau Jawa akhir-akhir ini mulai merambah ke Sumbar. Pemerintah provinsi menerima laporan kasus suspek dari Kabupaten Sijunjung.

Data di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat (Disnak Sumbar) mencatat, hingga 11 Mei 2022, diterima dua laporan kasus suspek PMK. Kasus tersebut berasal dari Palangki Kabupaten Sijunjung.

Menurut laporan dari otoritas terkait, ternak yang diduga menderita PMK telah mendapat tindakan medis. Diantara tindakan yang diambil, yakni isolasi dan pengobatan simptomatik.

“Menanggapi merebaknya kasus klinis penyakit mulut dan kuku pada ternak di beberapa provinsi di Pulau Jawa maupun Sumatera, kita menginstruksikan langkah antisipasi guna menangkal penyebarannya di wilayah Sumatera Barat,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi dikutip Langgam.id dari sumbarprov.go.id, Minggu (15/5/2022).

Gubernur Sumbar mengeluarkan surat edaran dan meminta pemerintah kabupaten kota membentuk gugus tugas. Gubernur Mahyeldi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 559/ED/GSB 2022 tertanggal 12 Mei 2022.

Selain membentuk gugus tugas, Gubernur juga meminta peran pejabat otoritas veterniter dan dokter hewan lebih dioptimalkan. Optimalisasi peran pejabat dapat dilakukan lewat unit respon cepat pengendalian penyakit mulut dan kuku.

Melalui edaran yang sama, Gubernur juga telah memberlakukan pelarangan kegiatan jual beli ternak (sapi, kerbau, kambing dan domba) dan produk hasil peternakan yang berasal dari wilayah terpapar maupun diduga sudah mengalami kasus PMK.

“Untuk antisipasi dan pengendalian ancaman PMK, akan diberlakukan pembatasan lalu lintas ternak. Serta, tindakan karantina ketat pada ternak maupun produk peternakan yang berasal dari luar daerah lain, dan daerah Sumbar yang terdampak,” kata Gubernur.

Baca juga: Peringati Hari Kartini, 12 Profesor Wanita di Peternakan Unand Terbitkan Buku

Jika ditemukan kasus klinis PMK di Sumbar, lanjutnya, otoritas veterniter di daerah setempat diminta segera melaporkan pada pemerintah provinsi. Setiap kasus PMK yang ditemukan juga akan diteruskan kepada Menteri Pertanian untuk segera ditindak lanjut.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat pengawasan terhadap travel umrah yang belum mengantongi izin operasional.
Kemenhaj Sumbar Akan Tindak Tegas Travel Umrah Tak Berizin
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu
Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu
5 Anggota DPR RI Asal Sumbar Belum Lapor LHKPN 2025, dari Andre Rosiade hingga Rahmat Saleh
5 Anggota DPR RI Asal Sumbar Belum Lapor LHKPN 2025, dari Andre Rosiade hingga Rahmat Saleh
LBH Padang Soroti Temuan BPK Rp704 Juta pada Proyek Gedung MUI
LBH Padang Soroti Temuan BPK Rp704 Juta pada Proyek Gedung MUI