Waspada Serangan Ular Kobra, Jangan Bunuh Jarak Dekat

Ular

Ilustrasi. (pixabay)

Langgam.id – Fenomena kemunculan ular di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) kerap terjadi beberapa waktu belakangan. Hewan reptil mulai jenis kobra hingga piton ini beberapa kali ditemukan berada di pemukiman masyarakat.

Jika menemukan ular, khususnya jenis kobra, jangan sekali-kali menangkap atau membunuhnya dengan jarak dekat. Pasalnya, ular kobra dapat menyemprotkan bisanya dengan radius dua meter.

Pembina Komunitas Reptil dan Amphibi Kota Padang, Danuseto Herlambang, mengatakan prilaku ular sebenarnya sangat takut dengan manusia. Namun apabila mendapat serangan terlebih dahulu, ular akan melakukan serangan balik.

“Kalau untuk menghindari ular itu jangan dipukul, usir aja pakai sapu. Kalau ular dipukul lalu tidak mati akan sangat fatal, hewan ini bisa menyerang balik. Makanya lebih baik diusir, karena ular juga akan menghindar dengan sendiri,” kata Danuseto, Jumat (27/12/2019).

Menurutnya, ular yang marak ditemukan hingga masuk ke pemukiman masyarakat merupakan spesies kobra sumatra. Sementara untuk jenis king kobra sangat jarang berada di pemungkiman masyarakat karena hidup di dalam hutan.

“Nangkap kobra tidak diharuskan megang kepala, apabila ular tertangkap dan walaupun kepala sudah dipegang kobra mampu menyemprotkan bisanya sejauh satu sampai dua meter. Jadi memang sebaiknya diusir mengurangi resiko,” jelasnya.

Danuseto mengungkapkan, ular merupakan hewan pendendam. Hewan reptil ini akan kembali menyerang dari arah mana pun hingga berhasil melumpuhkan lawannya. Bahkan, ular memiliki sensor yang mengetahui kemana bisa diarahkan.

“Kobra punya dua senjata, pertama bisa yang disemprotnya. Apabila hewan ini merasa terganggu bisanya disemprot ke arah mata kita atau bagian tubuh yang ada luka. Ular tahu karena sensornya bekerja,” katanya.

Sementara, lanjut Danuseto, apabila mata terkena semprotan bisa ular kobra akan menimbulkan kebutaan. Sedangkan, senjata keduanya adalah gigitan yang langsung mengeluarkan bisa.

“Gigitan langsung pakai taring kobra ini tentu bisa menimbulkan kematian. Makanya kalau bertemu ular jangan disakiti seperti dipukul, usir aja dan hewan ini akan pergi dengan sendirinya,” tuturnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre