Warga Simpang Haru Padang Masih Keluhkan Air PDAM Sering Mati Siang Hari

Langgam.id – Sejumlah warga Kota Padang tepatnya di kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, mengeluhkan distribusi air Perumda Air Minun atau PDAM yang belum stabil.

Dalam tiga hari terakhir, air disebut mulai mengalir lebih deras pada malam hari. Namun pada siang hari, aliran air kembali mati.

Padahal sebelumnya, PDAM Padang klaim Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun telah kembali difungsikan setelah perbaikan selesai 16 Agustus 2026.

Warga Simpang Haru, Endang (35), mengatakan kondisi air sebenarnya sudah sedikit membaik dalam tiga hari terakhir. Sebelumnya, air hanya mengalir kecil, dan bahkan tidak selalu tersedia.

“Baru tiga hari belakangan ini air mengalir deras, tetapi hanya malam hari. Kalau siang mati,” kata Endang, Kamis (27/8/2026).

Menurut Endang, sebelum tiga hari terakhir air PDAM tetap mengalir di rumahnya. Namun, debitnya kecil sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau sebelumnya memang hidup, tetapi kecil. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak banjir 3 Agustus kemarin dan sebelumnya juga sering,” ujarnya.

Ia mengungkapkan air biasanya mulai mengalir sekitar pukul 23.00 WIB. Aliran tersebut kemudian bertahan hingga sekitar pukul 06.00 WIB.

Kondisi itu membuat Endang harus menunggu air mengalir pada malam hari. Air yang tersedia kemudian ditampung untuk digunakan saat siang.

“Setiap malam harus begadang menunggu air hidup dan menampungnya untuk persediaan,” jelasnya.

Ia juga mengeluhkan kualitas air yang terkadang berubah. Menurutnya, air yang mengalir terkadang keruh dan berbau, meski pada waktu tertentu kembali jernih.

“Meteran ada tiga. Satu yang bisa mengalir terus, meskipun tidak deras. Airnya kadang keruh dan berbau, terkadang jernih,” kata Endang.

Ketika air PDAM tidak mengalir, Endang memilih menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Pernah air tidak hidup sama sekali, jadi kami menampung air hujan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain, Indra. Ia mengatakan kondisi air PDAM yang tidak stabil membuat keluarganya mencari sumber air alternatif.

“Karena air PDAM tidak kunjung stabil, kami bersama orang tua membuat sumur bor,” kata Indra.

Sumur bor tersebut baru dibuat sekitar satu bulan terakhir. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan air keluarga tetap terpenuhi tanpa harus menunggu aliran PDAM.

“Sudah sekitar satu bulan sumur ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan air di rumah,” ujarnya.

Indra mengatakan keluarganya sudah sembilan bulan alami air yang tidak stabil ke rumahnya. “Sudah sembilan alami alirannya belum stabil,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengakui, kawasan Pasopati yang berada dekat Simpang Haru masih mengalami gangguan pada siang hari.

Adhie menjelaskan, suplai air untuk kawasan Pasopati berasal dari wilayah selatan. Saat ini, pendistribusian air dari wilayah tersebut mengalami gangguan.

“Daerah Pasopati itu suplai airnya dari selatan. Saat ini gangguan pendistribusian air pada beberapa kawasan area pelayanan selatan terganggu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, gangguan tersebut dipengaruhi kondisi sumber air. Debit sungai yang tiba-tiba meningkat juga menyebabkan kondisi air menjadi keruh.

“Debit sungai yang tiba-tiba besar, keruh dan lain-lain,” jelasnya.

Selain persoalan pada sumber air, kondisi jaringan pipa juga menjadi salah satu kendala. Jaringan pipa distribusi lama berada di tengah jalan utama.

Perumda Air Minum Padang, kata Adhie, sedang melakukan pemetaan jaringan untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memindahkan jaringan pipa lama ke lokasi baru.

Pemindahan jaringan diperlukan agar perbaikan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di jalan utama. Perbaikan jaringan lama dinilai berpotensi menghambat akses pengguna jalan.

“Kalau memperbaiki jaringan yang lama, akan mengganggu akses masyarakat pengguna jalan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Adhie mengatakan tim distribusi masih melakukan evaluasi sebelum menentukan langkah penanganan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mempercepat perbaikan jaringan.

“Semoga dalam minggu ini hasil evaluasi tim distribusi keluar sehingga dapat diambil langkah percepatan dalam mengeksekusinya,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

Dinsos Padang Pastikan 3 Bocah Pembobol 5 Toko HP di Plaza Andalas Dapat Pendampingan
Dinsos Padang Pastikan 3 Bocah Pembobol 5 Toko HP di Plaza Andalas Dapat Pendampingan
KPAI Dorong Diversi Kasus 3 Bocah Bobol 5 Toko HP di Plaza Andalas Padang
KPAI Dorong Diversi Kasus 3 Bocah Bobol 5 Toko HP di Plaza Andalas Padang
Demo ke PDAM Padang, Warga Kesal Air Kotor dan Bau, Tarif Malah Naik
Demo ke PDAM Padang, Warga Kesal Air Kotor dan Bau, Tarif Malah Naik
Tak Temui Massa Aksi, Dirut Perumda Air Minum Bakal Dilaporkan ke BPK dan Wali Kota
Tak Temui Massa Aksi, Dirut Perumda Air Minum Bakal Dilaporkan ke BPK dan Wali Kota
Massa Demo Perumda Air Minum Padang, Bawa Spanduk Setop Air Kotor hingga Copot Dirut
Massa Demo Perumda Air Minum Padang, Bawa Spanduk Setop Air Kotor hingga Copot Dirut
Goreng baluik lado hijau, khas Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh. (Dok. Istimewa)
Kisah Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh di Padang: Sempat Dihantam Penurunan Omzet, Kini Bidik Cabang Baru