Warga Kota Padang Keluhkan Kenaikan Tarif Listrik Selama Pandemi Corona

PLN Unit Induk Distribusi Sumbar menginformasikan bahwa terjadi gangguan sistem kelistrikan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan

Ilustrasi (Foto: Pixabay.com)

Langgam.id – Sejumlah warga di Kota Padang, Sumatra Barat mengeluhkan kenaikan listrik selama pandemi corona. Bahkan kenaikan tarif itu dinilai tidak wajar.

Jhon Nedi, salah seorang warga Kota Padang menyebutkan, tarif listrik di rumahnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Biasanya, ia membayar sekitar Rp400 ribu per bulan, namun sejak Maret 2020, tagihan listriknya mencapai Rp600 ribu lebih.

Bahkan, ia juga khawatir tagihan listrik bulan ini akan kembali membengkak. Jhon mengaku sudah melaporkan hal itu ke Perusahan Listrik Negara (PLN). Pengakuan Jhon, pihak PLN menyebutkan karena petugas tidak ke lokasi.

Tidak hanya itu, menurut Jhon, pertanyaannya terkait kenaikan tarif listrik kepada pihak PLN juga pernah dijawab dengan pertanyaan pula. “Apakah letak box kilometer-nya tinggi, sehingga tak terlihat petugas?,” ujar Jhon mengulangi jawaban atas pertanyaannnya ke pihak PLN, Selasa (2/6/2020).

Jika kotak kilometer tinggi, kata dia, harusnya tetap bisa dipantau petugas, karena di rumahnya ada kursi untuk menjangkau kotak tersebut.

“Saya pikir semua pelanggan mengalami hal yang sama, namun tidak ada tempat mengadu. Sebulan terakhir ada diinformasikan untuk menghubungi call center ataupun via WhatsApp, tapi sering gagal dan tidak direspon,” jelasnya.

Jhon mengaku banyak yang terpaksa harus menerima kenyataan, karena tidak ada daya menolak atau memprotes dan tidak tahu cara untuk memprotes. Work From Home (WFH) selalu dijadikan alasan bahwa penggunaan listrik jadi meningkat, padahal belum tentu juga.

Selain itu, menurut Jhon, juga ada warga yang mengeluh tarif listriknya naik ketika anak kos di rumah itu pada pulang kampung.

“Saat pandemi tarif listriknya naik dibanding saat anak kosnya ada. Tidak masuk akal WFH jadi alasan. Petugas itu yang tidak datang, lalu dinaikkan sekian persen. Bisa antara 20-30 persen dari pemakaian rata-rata,” katanya. (Rahmadi/ZE)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre