Langgam.id – Pemerintah Kota Padang memastikan warga terdampak bencana yang saat ini masih menempati hunian sementara (huntara) di Kelurahan Kapalo Koto akan direlokasi ke hunian tetap (huntap) yang dibangun di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.
Pembangunan huntap dirancang sekitar 225 unit, diprioritaskan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh. Peletakan batu pertama pembangunan direncanakan berlangsung pada September 2026.
“Untuk warga di huntara Kapalo Koto, karena masyarakatnya berasal dari Kecamatan Pauh, maka huntap yang disiapkan berada di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit,” ujar Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minpora, Selasa (21/07/2026).
Bencana hidrometeorologi akhir 2025 yang terjadi di Kota Padang berdampak pada empat kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan Pauh. Masing-masing wilayah akan mendapatkan penanganan, sesuai lokasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Menurut Raju, proses pengadaan lahan huntap di Sungkai hampir selesai. Pemerintah Kota Padang telah menyelesaikan pembelian lahan dan mulai melakukan pembersihan area.
“Lahannya terdiri dari dua bidang dengan luas sekitar 4,6 hektare. Tiga hari lalu sudah dimulai tahapan land clearing,” kata dia.
Ia menambahkan, pembangunan huntap akan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sedangkan Pemerintah Kota Padang bertanggung jawab menyediakan lahan.
“Tanah disiapkan oleh pemerintah kota, sedangkan pembangunan rumah menjadi kewenangan Kementerian PKP,” ungkapnya.
Terkait penempatan warga, lanjut Raju, pemerintah masih menyusun tahapan sosialisasi. Data calon penerima huntap telah ditetapkan dan pembagian unit akan dilakukan setelah pembangunan memasuki tahap tertentu.
“Data penerima sudah ditetapkan. Setelah ada blok yang selesai dibangun, baru dilakukan pembagian unit kepada masyarakat,” pungkasnya. (WAN)






