Wali Nagari Bersurat, Moeldoko Agendakan Pimpin Peringatan Peristiwa Situjuah

Wali Nagari Bersurat, Moeldoko Agendakan Pimpin Peringatan Peristiwa Situjuah

Nagari Situjuah Batua bersiap peringati Peristiwa Situjuah. (Foto: Doc. Panitia)

 

Langgam.id - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko diagendakan jadi inspektur upacara peringatan Peristiwa Situjuah di Nagari Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat pada Selasa (15/1/2019).

Hal tersebut disampaikan Wali Nagari Situjuah Batua Don Vesky Datuak Tan Marajo dalam siaran pers yang diterima Langgam.id pada Sabtu (12/1/2019).

"Insya Allah, Bapak Presiden hadir diwakili Jenderal Moeldoko," kata Tan Marajo didampingi Camat Situjuah Rahmad Hidayat.

Sebelumnya, Dt Tan Marajo, bersama niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai berkirim surat kepada kepada Presiden pada November 2018 lalu. Surat itu meminta Presiden hadir dalam peringatan Peristiwa Situjuah yang ke-70 sebagai mata rantai perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949.

Surat wali nagari ini, ditembuskan ke sejumlah kementerian, gubernur Sumbar, bupati Lima Puluh Kota dan camat Situjuah Limo Nagari. "Terakhir, kami juga kembali membuat surat dan mengirimkannya kepada Pak Moeldoko," kata Tan Marajo.

Kepastian kehadiran mantan Panglima TNI tersebut, didapatkan Tan Marajo dari sejumlah pihak, termasuk dari jaringan masyarakat petani dan pegiat media sosial. Pihak KSP yang dikonfirmasi Langgam.id juga membenarkan rencana tersebut.

Peristiwa Situjuah adalah mata rantai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 di Sumatera Tengah yang nilai-nilai perjuangannya sudah diakui pemerintah melalui Keppres Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara.

Oleh Presiden Jokowi, ditindaklanjuti dengan menerbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Bela Negara.

"Dalam peristiwa heroik mempertahankan NKRI dan UUD 1945 ini, sebanyak 69 pejuang kemerdekaan kemerdekaan Indonesia dinyatakan gugur," katanya.

Sebagian besar adalah tokoh sipil dan militer di Sumatera Tengah. Termasuk diantaranya,  Kapten Zainudin Tembak (ayah almarhum Mayjen Purn TNI Ismed Yuzairi) dan Chatib Soelaiman (Ketua Markas Pertahanan Rakyat Daerah). 

Dari 69 pejuang dan rakyat yang gugur dalam Peristiwa Situjuah, 15 Januari 1949. Sebagian besar dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Lurah Kincia, Nagari Situjuah Batua.

Selain itu, juga ada yang dimakamkan di  Makam Pahlawan Nagari Situjuah Banda Dalam dan Makam Pahlawam Nagari Situjuah Gadang. 

Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah dan tabur bunga, sudah dilakukan masyarakat bersama TNI dan Polri, sejak 15 Januari 1968. Sampai kini, tidak pernah berhenti setiap tahunya. 

Sejumlah tokoh, seperti Wakil Presiden Muhammad Hatta, Dubes RI untuk Singapura Mayjen A Thalib dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Ismet Yuzairi pernah memimpin upacara tersebut.

Begitupula dengan para Gubernur dan Wakil Gubernur di Sumbar Sumbar, mulai dari Gubernur Syoerkani, Hasan Basri Durin, Muchlis Ibrahim, Zainal Bakar, Gamawan Fauzi, Fachri Ahmad, Marlis Rahman, hingga Irwan Prayitno dan Bupati Irfendi Arbi.

"Peringatan Peristiwa Situjuah ke-70 tahun pada 15 Januari 2019 merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat di Kecamatan Situjuah Limo Nagari," jelas Tan Marajo.

Tokoh Pemuda Luak Limopuluah Muhammad Bayu Vesky menyebut, kehadiran Presiden atau yang mewakili merupakan harapan masyarakat keluarga pejuang. (HM)

Baca Juga

Tanjung Barulak Menolak Pajak
Tanjung Barulak Menolak Pajak
Ekspedisi Bela Negara, Menjemput Semangat PDRI di Masa Silam
Ekspedisi Bela Negara, Menjemput Semangat PDRI di Masa Silam
M. FAJAR RILLAH VESKY
75 Tahun Peristiwa Situjuah, dan Chatib Soelaiman yang Tak Kunjung Jadi Pahlawan Nasional
Puluhan Millenial dan Gen Z Mencari Ibu Kota Republik Lewat Ekspedisi D.Day Bela Negara 2023
Puluhan Millenial dan Gen Z Mencari Ibu Kota Republik Lewat Ekspedisi D.Day Bela Negara 2023
Menilik Konflik Agraria di Nagari Ibukota Republik
Menilik Konflik Agraria di Nagari Ibukota Republik
Misteri "Black Cat", Pesilat dan Harimau, Pengawal PDRI dari Kejaran Belanda
Misteri "Black Cat", Pesilat dan Harimau, Pengawal PDRI dari Kejaran Belanda