Wali Kota Padang Tidak Tahu Alasan Pusat Terus Perpanjang PPKM Level 4

Langgam.i-PPKM Level 4 Padang

Wako Hendri Septa saat mengikuti rapat percepatan vaksinasi di Kota Padang bersama Gubernur Sumbar. [foto: Pemko Padang]

Langgam.id – Wali Kota Padang Hendri Septa mengaku tidak tahu apa alasan pemerintah pusat terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Level 4. Padahal Pemko Padang sudah melakukan upaya yang maksimal.

Sebelumnya, diketahui pemerintah pusat mengumumkan perpanjangan PPKM level 4 di 6 kabupaten kota di luar Pulau Jawa-Bali pada 5-18 Oktober 2021. Salah satunya Kota Padang.

Alasannya, Padang belum mencapai jumlah vaksinasi yang disyaratkan oleh pemerintah pusat. Namun, Hendri mempertanyakan hal itu.

Sebab menurut Hendri, dulu diminta capaian vaksinasi sampai 37 persen. Kemudian Pemko Padang berhasil mencapai 38 persen, tapi syaratnya malah naik lagi.

“Coba bayangkan, daerah Pesisir Selatan dan daerah lain itu capaian vaksinasinya baru 20 persen saja dan sudah PPKM level 3, dimana letaknya keadilan? ” katanya usai rapat percepatan vaksinasi di Kota Padang bersama Gubernur Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (7/10/2021) malam.

Meski demkian, ia menerima keputusan pemerintah pusat yang terus memperpanjang PPKM. Kota Padang terangnya, sebagai ibukota provinsi, memang menjadi barometer untuk capaian vaksinasi di Sumbar.

Terus Tingkatkan Vaksinasi

Ia mengatakan, Pemko Padang akan terus berusaha meningkatkan vaksinasi sebanyak-banyaknya untuk segera keluar dari PPKM level 4. Termasuk meningkatkan vaksinasi minimal dari pemerintah pusat.

Ketika ditanyakan, apakah dirinya sudah menanyakan kepada pemerintah pusat alasan terus memperpanjang PPKM, ia mengatakan tidak tahu. Pemko Padang padahal sudah memenuhi syarat minimal vaksinasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Tidak tahu, tidak ada yang jelas juga, dulu katanya target vaksinasi minimal 37 sudah kita capai 38 eh naik lagi, naik lagi minimal katanya 45, sekarang kita sudah 40 persen, ya sudah lah, kalau dulu tidak ada syarat pakai target seperti ini,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini Pemko Padang menargetkan vaksinasi sebanyak-banyaknya menjelang evaluasi PPKM pada 18 Oktober.

Baca juga: Penilaian Epidemiolog Terkait Sekolah Tatap Muka Saat PPKM Level 4 di Padang

Usaha yang dilakukan ungkapnya, diantaranya seperti mewajibkan ASN vaksin, bekerjasama dengan rumah sakit- rumah sakit di Padang, dan kampus-kampus di Padang juga mewajibkan vaksin bagi mahasiswa dan masyarakat sekitarnya.

“Kemudian saya juga sudah mengeluarkan edaran bahwa masyarakat penerima bantuan PKH dan BST wajib divaksin. Mereka juga diminta membawa keluarga divaksin, ini akan mendorong pencapaian vaksin di Kota Padang,” katanya.

Pada bulan ini terang Hendri, Pemko Padang menargetkan bisa vaksinasi minimal 50 persen dari target sekitar 700 ribu penduduk.

Baca Juga

Semen Padang akan menjamu Bhayangkara FC Lampung pada pekan kesembilan Liga Super League 2025/2026, Senin sore (20/10/2025) di Stadion Haji
Lawan Persis Solo, Semen Padang FC Bidik Kemenangan Sebelum Jeda Paruh Musim
Seorang Wanita Nekat Jadi Bandar Sabu di Padang: Terdesak Ekonomi, Jual Paket Hemat
Seorang Wanita Nekat Jadi Bandar Sabu di Padang: Terdesak Ekonomi, Jual Paket Hemat
Polisi Ringkus Bandar Sabu di Pasar Gaung Lubeg: 211 Paket Disita, Paket Hemat Rp 50 Ribu
Polisi Ringkus Bandar Sabu di Pasar Gaung Lubeg: 211 Paket Disita, Paket Hemat Rp 50 Ribu
Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar
Jaime Giraldo pemain baru Semen Padang
Jaime Giraldo Resmi Gabung ke Semen Padang FC