Langgam.id — Tim dosen Universitas Ekasakti (UNES) Padang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memperkenalkan inovasi sala lauak bergizi berbahan substitusi tepung talas kepada pelaku UMKM di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/7/2026) itu merupakan bagian dari program PKM yang didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Tim PKM diketuai Rera Aga Salihat, S.Si., M.Si., dengan anggota Dr. Leffy Harmalena, S.Pi., M.Si., dan Novi Yanti, S.E., M.M. Kegiatan diikuti para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Bohai.
Rera Aga Salihat mengatakan, sala lauak merupakan kuliner khas Pariaman yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, produk yang beredar saat ini umumnya masih minim inovasi, baik dari sisi kandungan gizi maupun pengolahan.
Melalui kegiatan ini, tim dosen memperkenalkan inovasi dengan mengganti sebagian tepung beras menggunakan tepung talas. Menurutnya, talas merupakan pangan lokal yang kaya karbohidrat kompleks dan serat, serta mudah ditemukan di daerah setempat.
“Talas adalah bahan pangan lokal yang sering terabaikan, padahal kandungan gizinya cukup baik dan berpotensi meningkatkan nilai tambah produk olahan tradisional seperti sala lauak. Inovasi ini kami harapkan menjadi solusi diversifikasi pangan sekaligus mendorong daya saing UMKM di Desa Rawang,” ujar Rera.
Selain memperkenalkan inovasi produk, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pengembangan usaha, mulai dari pengemasan hingga pemasaran produk.
Anggota tim, Novi Yanti, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM sala lauak saat ini adalah metode produksi yang masih tradisional, kemasan yang kurang menarik, serta minimnya inovasi pemasaran.
“Melalui strategi pemasaran digital, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar sehingga produk memiliki daya saing yang lebih baik,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Good Manufacturing Practices (GMP) atau cara produksi pangan yang baik. Materi disampaikan oleh Ir. Inawati Sidabalok, M.Si., yang menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan dan higienitas selama proses produksi, penanganan bahan baku, sanitasi peralatan, hingga penyimpanan produk.
Penerapan GMP dinilai penting agar produk UMKM tidak hanya memiliki cita rasa dan nilai gizi yang baik, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Kegiatan itu mendapat sambutan positif dari anggota KWT Bohai. Para peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal sekaligus peluang pengembangan usaha berbasis produk khas daerah.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, tim PKM UNES Padang juga menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada KWT Bohai untuk mendukung pengembangan usaha sala lauak bergizi.
Selain itu, tim akan memberikan pendampingan lanjutan, mulai dari pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga penyempurnaan desain kemasan agar produk lebih kompetitif di pasaran.
“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada pelatihan saja. Pendampingan berkelanjutan, mulai dari bantuan alat, legalitas usaha, hingga kemasan produk sangat penting agar UMKM benar-benar siap bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Leffy Harmalena.
Melalui kegiatan ini, tim PKM UNES Padang berharap inovasi sala lauak berbahan tepung talas dapat menjadi alternatif pangan lokal yang lebih bergizi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk UMKM di Kota Pariaman. (HER)






