Tulis Komentar Kasar Soal Operasi Yustisi, Pemuda di Padang Diperiksa Polisi

Tulis Ujaran Kebencian Soal Corona, ASN Mentawai Datangi Polres dan Minta Maaf, HR

Ilustrasi Ujaran Kebencian (Foto: ShutterStock)

Langgam.id - Seorang pemuda berinisial GN (23) harus berusunan dengan polisi karena komentarnya di media sosial. GN menulis komentar yang mengandung ujaran kebencian tentang operasi yustisi yang dilakukan Polresta Padang untuk menekan penyebaran covid-19.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, menyebut komentar kasar itu ditulis GN di salah satu postingan Instagram Polresta Padang beberapa hari lalu. Pemuda itu akhirnya diamankan polisi pada Rabu (2/12/2020).

"Karena menulis komentar dan kata-kata kotor di Instagram, komentar itu ditulis di unggahan instagram Polresta Padang," kata  Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda.

Rico menjelaskan, peristiwa itu berawal dari postingan di Instagram tentang operasi yustisi yang dilakukan polisi di lokasi keramaian di Padang. Postingan itu lalu dikomentari oleh GN dengan kalimat hinaan.

Dalam komentarnya, GN menggunakan huruf kapital dan menyatakan ketidaksukaannya pada operasi yustisi yang dilakukan polisi. Dia juga menyebut tidak akan mematuhi protokol kesehatan termasuk menggunakan masker.

Saat diamankan, GN menyampaikan permintaan maaf atas komentar kasarnya di media sosial. Dia juga mengaku membuat tiga komentar di postingan tersebut pada Selasa (1/12), kemudian satu dari tiga postingan itu akhirnya dihapus oleh GN.

"Kami amankan terlebih dahulu, dan nanti akan diperiksa serta diproses lebih lanjut terkait komentar yang ditulisnya," ucap Rico.

Terkait kejadian ini, Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengingatkan masyarakat agar hati berkomentar di media sosial. Setiap tindakan yang mengandung ujaran kebencian, kata dia, bisa diseret ke ranah hukum.

"Bijaklah bermedia sosial, hindari ujaran kebencian serta hoaks yang meresahkan," ujar Imran. (Ldi/ABW)

Baca Juga

Polresta Padang menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepada sejumlah pejabat polisi di Kota Padang pada Senin (30/12/2024).
Sejumlah Pejabat Polresta Padang Berganti, Salah Satunya Kasat Reskrim
Aksi dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi pada Rabu (17/12/2024) sekitar pukul 04.00 WIB di Lubuk Begalung, Kota Padang. Aksi ini kemudian viral di media sosial
Pelaku Curas di Padang Berpura-pura Jadi Polisi untuk Rampas Barang Milik Korban
Polresta Padang menetapkan dua dari lima orang yang diamankan sebagai tersangka terkait aksi pencurian dengan kekerasan (curas).
Lima Pelaku Curas di Padang Ditangkap, Dua Jadi Tersangka
Polresta Padang mengerahkan sebanyak 602 personel gabungan dalam Operasi Lilin Singgalang 2024 untuk pengamanan Nataru.
Polresta Padang Kerahkan 602 Personel Gabungan Amankan Nataru
LBH Padang dan LBH AP Muhammadiyah sebagai kuasa hukum Afrinaldi, ayah kandung dari almarhum (alm) Afif Maulana, menghadirkan ahli forensik
LBH Padang Bawa Ahli Forensik ke Polresta, Yakini Afif Maulana Alami Kekerasan
Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang meringkus seorang pria berinisial H (39) spesialis pencurian pembobol rumah dengan target perhiasan
Beraksi di Belasan TKP, Pelaku Pembobolan Rumah Diringkus Polresta Padang