Triwulan I 2026: Dana Pensiun di Sumbar Bukukan Aset Rp2,79 Triliun

Triwulan I 2026: Dana Pensiun di Sumbar Bukukan Aset Rp2,79 Triliun

Uang rupiah. [Foto: pixabay]

Langgam.id — Industri dana pensiun di Sumatera Barat mencatatkan kinerja positif pada triwulan I 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat total aset perusahaan dana pensiun di daerah itu mencapai Rp2,79 triliun hingga posisi Maret 2026.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan nilai aset tersebut tumbuh 8,78 persen secara tahunan (year on year/yoy), menunjukkan industri dana pensiun di Sumbar tetap berkembang di tengah dinamika perekonomian.

“Pertumbuhan aset dana pensiun menjadi salah satu indikator bahwa sektor jasa keuangan di Sumatera Barat masih berada dalam kondisi sehat dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Roni Nazra dalam keterangan resmi, dikutip Senin (6/7/2026).

Meski demikian, dari sisi jumlah peserta tercatat mengalami penurunan tipis. Hingga Maret 2026, jumlah peserta dana pensiun di Sumbar sebanyak 4.769 orang atau terkontraksi 0,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Roni, secara umum sektor jasa keuangan di Sumatera Barat masih menunjukkan kinerja yang solid. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,02 persen secara tahunan.

Selain dana pensiun, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) lainnya juga membukukan pertumbuhan positif. Perusahaan pembiayaan misalnya, mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp5,96 triliun atau tumbuh 6,26 persen (yoy), dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) sebesar 2,37 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumbar mencatat total aset sebesar Rp443,03 miliar atau tumbuh 0,84 persen secara tahunan. Adapun lembaga keuangan mikro memiliki total aset Rp6,98 miliar atau meningkat 2,19 persen (yoy), dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp2,68 miliar atau tumbuh 10,54 persen.

Roni mengatakan, kinerja positif berbagai sektor jasa keuangan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan daerah sekaligus mendukung pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha.

“OJK akan terus memperkuat pengawasan serta mendorong pengembangan seluruh sektor jasa keuangan agar tetap sehat, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” ujarnya. (HER)

Baca Juga

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.
Aset Dana Pensiun di Sumbar Tumbuh Jadi Rp2,80 Triliun
LBH Padang Gelar Aksi di Polda Sumbar, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
LBH Padang Gelar Aksi di Polda Sumbar, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Pengamat Nilai Reaktivasi Jalur KA Bisa Kurangi Ketergantungan Kendaraan Pribadi di Sumbar
Pengamat Nilai Reaktivasi Jalur KA Bisa Kurangi Ketergantungan Kendaraan Pribadi di Sumbar
Langgam.id - Pertamina Patra Niaga PT Pertamina (Persero) menurunkan atau menyesuaikan harga sejumlah BBM non subsidi.
Kualitas Pertalite Dikeluhkan Pengendara, Pertamina Belum Pastikan Ganti Rugi
108 Aduan Pertalite Masuk, Ombudsman Sumbar Tunggu Hasil Uji Sampel di Lemigas
108 Aduan Pertalite Masuk, Ombudsman Sumbar Tunggu Hasil Uji Sampel di Lemigas
Cek Kualitas Pertalite di Padang, Ombudsman: Sampel yang Dikeluhkan Masih Ditunggu
Cek Kualitas Pertalite di Padang, Ombudsman: Sampel yang Dikeluhkan Masih Ditunggu