Tim Khusus Dinas Pertanian Padang Siap Awasi Hewan Kurban

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat (Foto: Humas Pemko Padang)

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat (Foto: Humas Pemko Padang)

Langgam.id – Dinas Pertanian Kota Padang telah membentuk tim khusus untuk mengawasi hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijrah. Tim khusus ini diperuntukkan untuk memeriksa kesehatan hewan agar terbebas dari penyakit.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat mengatakan, tim khusus itu akan turun ke lapangan seminggu menjelang penyembelihan. Mereka terdiri dari dokter hewan dan beberapa staf dalam bidangnya masing-masing.

“Sudah ada SK-nya untuk pengawasan hewan kurban. Mereka terdiri dari dokter hewan dan beberapa staf yang terkait. Mereka turun menimal seminggu sebelum menjelang Idul Adha dan tiga hari tasyrik,” ujar Syahrial saat dihubungi langgam.id, Minggu (12/7/2020).

Selain tim khusus, kata Syahrial, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi di seluruh kecamatan di Kota Padang. Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait memilih hewan ternak yang sehat dan sesuai syariat Islam.

“Kami sudah jalan sosialisasi, kemarin baru tiga kecamatan seperti Kuranji, Koto Tangah dan Nanggalo. Lanjut dalam minggu ini, kecamatan yang belum nanti dilaksanakan di kantor camat masing-masing. Kami undang para pengurus masjid dan musala,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, Syahrial mengaku turun langsung bersama beberapa stafnya. Termasuk, mengandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan pemahaman secara agama.

“Kalau kami tentu dari segi kesehatan. Kalau syarat hewan kurban jelas seperti diajarkan agama, ini tentu MUI yang menjawab. Kalau dari segi kesehatan, tentu tidak mengandung penyakit berbahaya. Pokoknya sehat secara fisik. Ini yang kami periksa nanti,” tuturnya.

Terkait kebutuhan hewan kurban di Kota Padang, Syahrial memprediksi akan terjadi penurunan. Hal ini disebabkan momentum Idul Adha dalam kondisi pandemi yang berdampak terhadap sektor perekonomian masyarakat.

“Untuk kebutuhan hewan kurban, kami prediksi turun sekitar 10 sampai 30 persen. Karena melihat kondisi ekonomi masyarakat tidak seperti tahun kemarin,” jelasnya.

Syahrial mengungkapkan, tahun lalu kebutuhan hewan kurban di Kota Padang mencapai 13 ribu ekor yang terdiri dari sapi dan kambing. Hewan kurban itu tersebar di 11 kecamatan yang ada.

“Mungkin ada beberapa kawasan mungkin tetap jumlah hewannya, melihat kondisi seperti perumahan-perumahan. Tapi secara umum memang kami prediksi turun 10 sampai 30 persen,” ucapnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre