Niat dan Doa Menyembelih Hewan Kurban di Idul Adha 2026

Langgam.id -  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyumbangkan seekor sapi kurban untuk para korban gempa Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Ilustrasi Sapi Kurban. (Foto: Hanub Krishna/pixabay.com)

Langgam.id – Ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam saat Hari Raya Idul Adha. Pelaksanaannya dilakukan pada 10 Dzulhijjah hingga tiga hari tasyrik, yakni 11 sampai 13 Dzulhijjah.

Selain sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, kurban juga memiliki nilai sosial yang besar karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tradisi kurban sendiri merupakan syariat yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah pengorbanan dan ketaatan keduanya menjadi simbol keikhlasan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Pada Idul Adha 2026 yang jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026, Pemprov Sumbar bersama BUMD dan sejumlah mitra menghimpun 140 ekor sapi dan 33 ekor kambing kurban untuk disalurkan ke berbagai daerah.

Dalam ajaran Islam, penyembelihan hewan kurban tidak hanya sekadar memotong hewan, tetapi juga harus memperhatikan tata cara dan doa yang dianjurkan. Karena kurban merupakan ibadah, maka pelaksanaannya perlu dilakukan dengan penuh adab dan niat yang benar.

Dikutip dari NU Online, doa utama yang dibaca saat menyembelih hewan kurban adalah:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.

Artinya: “Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Maka terimalah ibadah kurbanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Selain doa tersebut, terdapat rangkaian bacaan yang dianjurkan sebelum penyembelihan. Dalam kitab Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi Banten dijelaskan bahwa penyembelih dianjurkan membaca basmalah, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, lalu bertakbir.

Urutan bacaannya dimulai dengan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

“Bismillahirrahmanirrahim.”

Kemudian membaca shalawat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad.”

Setelah itu membaca takbir tiga kali:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

“Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar walillâhil hamd.”

Barulah kemudian membaca doa penyembelihan kurban.

Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama. Semangat berbagi itulah yang terus hidup setiap Idul Adha, termasuk di Sumbar yang tahun ini kembali menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban. (ICA)

Baca Juga

Pedagang sembako di Pasar Raya Padang mengeluhkan merosotnya penjualan di Idul Adha 2026. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Keluhan Pedagang Sembako Pasar Raya Padang, Sepi Pembeli Sejak Jelang Idul Adha 2026
Sebar 5 Hewan Kurban di Mentawai, Kesbangpol Sumbar: Daging Juga Dibagikan ke Masyarakat Nonmuslim
Sebar 5 Hewan Kurban di Mentawai, Kesbangpol Sumbar: Daging Juga Dibagikan ke Masyarakat Nonmuslim
Dokumen penjual daging di Pasar Raya Padang. [foto: Nandito Putra/langgam.id]
Harga Daging Sapi Stabil Usai Idul Adha di Pasar Raya Padang, Daya Beli Masyarakat Melemah
Idul Adha 1447 H, PKS Padang Sembelih 10 Sapi dan 1 Domba
Idul Adha 1447 H, PKS Padang Sembelih 10 Sapi dan 1 Domba
Wako Padang Salurkan Sapi Kurban DMDI untuk Penyintas Bencana di Huntara Lubuk Buaya
Wako Padang Salurkan Sapi Kurban DMDI untuk Penyintas Bencana di Huntara Lubuk Buaya
Libur Idul Adha 2026: Polisi Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Perbatasan Sumbar-Riau 
Libur Idul Adha 2026: Polisi Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Perbatasan Sumbar-Riau